Pria Lebih Rentan Stroke

0
109
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit stroke kini telah menjadi momok bagi masyarakat. Stroke terjadi karena sebagian sel-sel di area otak mati disebabkan suplai pembuluh daerah ke sel otak berkurang. Hal ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah yang menuju ke otak, atau karena pecahnya pembuluh darah. Gangguan neurologis yang diakibatkan terbagi menjadi 3 bagian yang saling berkaitan, yaitu gangguan fungsi motorik, fungsi sensibilitas dan kehilangan kesadaran. Fungsi motorik ditandai dengan kelumpuhan separuh badan, wajah yang tidak simetris dan kesulitan dalam berbicara secara jelas. Sedangkan untuk fungsi sensibilitas, gejala yang timbul adalah mati rasa, kulit serasa tebal, kesemutan, pingsan hingga terjadinya kebutaan. Kehilangan kesadaran dapat terjadi dalam waktu sekejap dan dapat berujung pada kondisi koma.

Dibandingkan wanita, pria ternyata lebih berisiko terserang stroke. Hal ini karena pria lebih cenderung memiliki kebiasaan merokok sehingga stroke menjadi ancaman yang sulit dihindari. Berdasarkan studi, risiko stroke pada perokok dua kali lebih besar dibanding pada orang yang tidak merokok, pada penderita diabetes sebesar 2 – 4 kali, pada penderita hipertensi 6 kali lebih besar dan jika pernah menderita stroke sebelumnya, risiko terkena stroke berulang meningkat 10 kali. Perokok memiliki kesempatan lebih besar mengalami komplikasi dan stroke berulang. Pasien yang mengalami stroke ringan 10 kali lebih mungkin mengalami stroke besar terutama jika mereka terus merokok

Merokok bukan hanya menjadi faktor pemicu penyakit stroke namun juga merupakan faktor pemicu dari penyakit jantung koroner. Seperti yang diketahui, asap rokok mengandung ribuan macam zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Zat-zat beracun terutama nikotin yang terdapat di dalam rokok menyebabkan aliran darah di dalam tubuh menjadi lebih lambat sehingga darah menjadi lebih cepat menggumpal yang pada akhirnya mengarah ke terjadinya penyempitan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis) pada pembuluh darah otak, jantung, dan tungkai.

Selain itu, studi menunjukkan bahwa orang-orang yang merokok ternyata memiliki kadar fibrinogen darah yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak merokok. Peningkatan kadar fibrinogen inilah yang mempermudah terjadinya penebalan pembuluh darah sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan kaku yang pada akhirnya menyebabkan gangguan aliran darah. Selain merokok, penyebab utama peningkatan stroke pada pria adalah gaya hidup yang tidak sehat serta tingkat stres yang cukup tinggi.

Stroke merupakan suatu penyakit yang mematikan. Merokok secara konsisten terbukti meningkatkan risiko stroke. Berhenti merokok merupakan bagian dari pencegahan stroke primer dan sekunder. Untuk mencegah munculnya stroke, penerapan gaya hidup sehat adalah kuncinya. Gaya hidup sehat dan olahraga yang diterapkan secara konsisten bisa mengurangi risiko pengembangan stroke. Stroke dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Tindakan pencegahan yang perlu lakukan adalah dengan menghindari faktor risiko yang menjadi pemicu dan penyebabnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY