Insomnia Tingkatkan Risiko Stroke Usia Muda

www.sehatFresh.com

SehatFresh.com – Insomnia merupakan gangguan tidur yang seringkali dialami para remaja. Biasanya anak muda dan remaja cenderung meremehkan waktu tidur mereka dan sering begadang sampai malam. Kebiasaan sering begadang inilah yang menjadi penyebab utama timbulnya insomnia. Banyaknya tugas sekolah dan keaktifan dalam organisasi di sekolah juga dapat menyebabkan waktu istirahatnya kurang teratur, sehingga kualitas tidur pun ikut terpengaruh.

Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata “insomnia”. Insomnia adalah salah satu gangguan tidur dan pola tidur yang mana penderitanya memiliki kualitas tidur yang sangat buruk karena kesulitan dalam memulai proses tidur atau mempertahankan tidur dalam jam kebutuhan tidur yang normal. Banyak penderita insomnia juga mengalami beberapa gangguan fungsional ketika mereka bangun tidur.

Insomnia bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala karena berbagai penyebab. Masalah sulit tidur sering kali dihubungkan pula oleh karena adanya suatu penyakit, pola tidur yang tidak teratur dan bahkan dikaitkan dengan adanya permasalahan psikologis seperti stres dan depresi yang berkepanjangan.

Insomnia tidak sekedar mengganggu waktu tidur, tetapi juga bisa memicu timbulnya masalah kesehatan yang lebih serius. Penelitian besar yang dilakukan di Taiwan mengungkapkan bahwa insomnia bisa meningkatkan risiko stroke, terutama pada remaja dan orang dewasa muda. Penelitian ini melibatkan lebih dari 21.000 orang yang mengalami insomnia dan 64.000 orang yang tidak mengalami insomnia. Semua partisipan sebelumnya tidak pernah mengalami stroke atau memiliki masalah tidur lainnya. Setelah empat tahun, peneliti menemukan bahwa insomnia bisa meningkatkan risiko stroke hingga 54 persen. Risikonya bahkan lebih besar pada orang muda yang berusia antara 18 sampai 34 tahun. Risiko stroke akibat insomnia pada mereka meningkat hingga delapan kali lipat.

Peneliti juga menunjukkan semakin parah insomnia yang diderita seseorang, maka semakin tinggi juga risiko stroke yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan tingkat insomnia berpengaruh langsung terhadap risiko stroke. Insomnia dan stroke berada dalam siklus yang saling berhubungan dan saling memengaruhi. Insomnia bisa meningkatkan risiko stroke, atau sebaliknya, gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko stroke juga membuat orang mengalami insomnia.

Orang dengan insomnia juga cenderung memiliki faktor risiko stroke lainnya, termasuk diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu tidur dapat berkontribusi terhadap faktor risiko lain seperti kadar glukosa darah dan tekanan darah tinggi. Maka dari itu, para orang tua perlu mendorong anak-anak mereka agar memperhatikan kualitas dan waktu tidurnya guna menghindarkan diri dari risiko stroke.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY