Janin Tidak Berkembang

SehatFresh.com – Kehamilan yang sehat tentunya menjadi harapan setiap orang tua. Sayangnya, terkadang ada hambatan yang menyertainya. Salah satunya, banyak ibu yang divonis bahwa janin yang dikandungnya tidak berkembang. Janin yang tidak berkembang adalah janin yang tidak tumbuh. Diagnosa janin yang tidak berkembang biasanya dapat ditegakkan pada trimester pertama kehamilan. Ada juga yang telah mencapai trimester kedua tetapi biasanya pada trimester pertama kondisi janin sudah terlihat.

Ada dua jenis kondisi yang menandakan janin tidak berkembang, yaitu :

Janin yang dari awal tidak tampak: Pada kondisi ini, hanya ada kantong kehamilan yang istilah medisnya dikenal dengan istilah blighted ovum. Janin tidak tampak janin sama sekali, yang ada hanya semacam rongga di dalam rahim. USG akan menampilkan gambaran hitam berisi cairan dan tidak tampak bayangan janin sama sekali.

Bayangan janin sudah mulai tampak: Jika bayangan janin tampak, USG biasanya menunjukan gambaran pipih dan kecil berada di dalam rahim. Janin disebut tidak berkembang jika diameter dan panjang janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Biasanya pemeriksaan kehamilan untuk mengonfirmasi hal ini dilakukan secara serial, minimal dua kali dengan jarak dua minggu. Jika ukuran janin tidak bertambah sesuai dengan pertambahan usia kehamilan, kondisi inilah yang disebut dengan janin tidak berkembang.

Bagaimana cirri-cirinya?
Meski kasus janin yang tidak berkembang sering terjadi pada kehamilan di trimester pertama akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi di kehamilan trimester kedua atau ketiga. Anda dapat melihat tanda tandanya dengan merasakan tekanan janin yang hilang seiring bertambahnya usia kehamilan. Ibu juga tidak lagi mengalami mual dan muntah di awa usia kehamilan. Meski demikian, tidak jarang banyak ibu hamil yang tidak mengalami mual dan muntah selama kehamilan. Di sinilah mengapa USG menjadi penting. USG di awal kehamilan dapat membantu memantau kesehatan janin, termasuk dalam hal perkembangan dan pertumbuhannya.

Janin yang gagal hidup dapat pula ditandai dengan keluarnya darah atau flek darah sehingga memicu terjadinya keguguran. Namun, Anda harus dapat membedakan darah yang keluar penyebab janin bermasalah atau dikarenakan kehamilan normal. Jika keluarnya darah hanya bercak dan berhenti hanya dalam waktu 24 jam, umumnya hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bila darah semakin banyak, maka harus segera mendapat evaluasi medis.

Mungkinkah untuk dipertahankan?
Janin yang tidak berkembang tidak dapat dipertahankan lagi sehingga diperlukan penanganan medis. Salah satunya dengan tindakan kuret. Pada beberapa kasus kehamilan dengan janin yang belum tampak, maka akan dibiarkan hingga usia kehamilan mencapai 8 minggu. Apabila janin tetap tidak tampak atau dikategorikan kehamilan kosong, maka penanganan harus dilakukan dengan segera.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, maka pemeriksaan kehamilan secara teratur semenjak awal kehamilan sangat penting guna mendeteksi masalah-masalah kehamilan sejak dini. Bagi yang sedang merencanakan kehamilan, pemeriksaan sebelum kehamilan sangatlah penting guna mengetahui seberapa baik kondisi kesehatan Anda dalam menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin yang sehat. Bila Anda pernah memiliki riwayat kasus janin tidak berkembang pada kehamilan sebelumnya, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter guna mencegah terjadinya hal serupa pada kehamilan berikutnya.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY