Menghukum Anak Tanpa Fisik

SehatFresh.com – Para orang tua memilih banyak cara untuk menghukum anaknya. Yang salah satunya orang tua memberi hukuman fisik dengan menjewer ataupun memukul pada anaknya. Meski masih ada pihak yang setuju menjalani hukuman fisik yang ringan akan membuat anak lebih jera, namun para orang tua terlebih dahulu harus memikirkan dampak buruk dari hukuman secara fisik tersebut. Berbeda dengan pola asuh orang tua generasi terdahulu yang cenderung mendidik anak dengan keras dan otoriter, orang tua masa kini lebih bersikap “toleran” kepada anak. Semakin jarang orangtua modern yang memberikan hukuman fisik kepada anak yang dianggap “nakal”.

Tidak hanya itu, tindakan seperti ini juga dapat membuat anak anda menerima pesan bahwa ia juga boleh melakukan hal yang sama pada saat anak anda sedang marah. Dengan begitu anda tidak perlu heran ketika anda melakukan hukuman fisik, anak anda akan membalas dengan mencubit atau kembali memukul anda bukannya mereda. Agar anda tidak terpancing untuk emosi, sebaiknya anda mencoba untuk lebih cepat dalam merespon sebelum anak anda menjadi sangat rewel. Sebaliknya, hukuman bisa dilakukan dengan menyetrap ataupun mencabut hak anak. menyetrap atau mengondisikan anak dalam keadaan diam dan tidak boleh melakukan apa-apa dalam periode waktu tertentu juga ada aturannya.

“Bagi anak usia balita, penyetrapan sebaiknya tidak boleh dilakukan lebih dari satu menit. Penyetrapan juga tidak boleh dilakukan dengan posisi-posisi yang menyulitkan anak, seperti diikat di kursi, di tiang, menjewer telinga, dan sebagainya.

Sementara itu, penghukuman berupa mencabut hak lebih disarankan. Pencabutan hak dapat berupa tidak diberikan jatah camilan favorit atau tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang disukai anak untuk sementara waktu.

Dampak lain yang di sebabkan oleh hukuman fisik ini ialah munculnya perasaan yang tidak nyaman pada diri anak sebab anak anda di haruskan menanggung hukuman fisik yang telah diberikan oleh orang tuanya jika anak anda melanggar batas atas apa yang telah orang tua tetapkan. Maka tidak mengherankan ketika banyak sekali anak yang mempunyai persepsi disiplin itu merupakan sebuah penderitaan. Persepsi itu tidak hanya terjadi pada diri anak namun seringkali juga dialami oleh para orang tua mereka. Dengan begitu banyak orang tua yang membiarka anaknya berjalan bahagia tanpa harus disiplin. Tentu saja ini merupakan hal yang sangat keliru, sebab pada masa perkembangan berikut anak anda akan menjadi individu yang mengalami masalah serta kebingungan sebab tidak mengenal berbagai aturan pada dirinya sendiri.

Maka ada baiknya anda menerapkan disiplin pada anak anda sejak dini, namun disiplin pada definisi ini dimaksudkan pada cara kita mengajarkan pada anak mengenai perilaku moral agar dapat diterima kelompok. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pada diri anak mengenai perilaku yang baik, namun tetap dalam batas yang wajar dan tidak melakukan hukuman secara fisik.

Sumber gambar : pondokibu.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY