Kenali Gangguan Seks Anorgasmia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anorgasmia atau sindrom coughlan adalah gangguan seksual berupa disfungsi orgasme pada seseorang. Seseorang yang mengalami gangguan anorgasmia akan merasa kesulitan mencapai orgasmenya. Bahkan, dalam kasus yang parah orang tersebut tidak pernah mengalami orgasme, padahal rangsangan seksual dan stimulasi yang didapat sudah cukup.

Gangguan ini lebih banyak dialami oleh wanita. Sebenarnya, peluang terserang gangguan anorgasmia sama besarnya antara wanita dan pria. Tapi, sangat jarang pria yang terkena gangguan ini. Perbandingan antara pria dan wanita yang mengalami anorgasmia sekitar 1:3. Gangguan orgasme ini terbagi menjadi 4 jenis, yaitu :

  • Anorgasmia primer

Dalam level anorgasmia primer, seseorang tidak pernah merasakan orgasme sama sekali, tapi masih bisa merasakan dan menerima rangsangan dengan baik.

Pada kasus ini, sebagian besar wanita yang mengalami gangguan anorgasmia primer tidak menyadari dirinya mengalami gangguan disfungsi klimaks. Mereka merasa bahwa tidak masalahnya mereka tidak mendapatkan orgasme. Hal ini disebabkan oleh cara pandang yang masih tradisional. Cara pandang ini menganggap nafsu dalam diri seorang wanita tidaklah sopan.

  • Anorgasmia sekunder

Bagi Anda yang mengalami anorgasmia sekunder, Anda akan merasa sulit untuk mencapai klimaksnya. Meski sulit, penderita anorgasmia sekunder ini masih bisa atau pernah mendapat klimaks.

  • Anorgasmia situasional

Penderitanya hanya akan mendapat orgasme pada situasi tertentu saja. Anda akan merasa kesulitan orgasme jika bukan pada kondisi tersebut. Dalam beberapa kasus, orang tersebut hanya mendapat orgasmenya ketika dioral atau mesturbasi.

  • Anorgasmia umum

Gangguan anorgasmia umum ini merupakan yang paling parah. bagi Anda yang mengalami gangguan anorgasmia jenis ini, akan sangat kesulitan untuk mendapatkan orgasme. Bahkan, Anda tidak bisa mendapatkan orgasme meski rangsangan dan stimulasi seksual yang diberikan sudah sangat cukup.

Penderita anorgasmia umum tidak bisa menerima rangsangan dengan baik, inilah yang membedakannya dengan anorgasmia primer. Faktor yang menyebabkan terjadinya disfugsi orgasme bisa dari faktor fisik, faktor psikologis dan faktor emosional. Faktor yang paling menonjol biasanya dari faktor emosinal seseorang saat melakukan aktivitas seksual. Faktor-faktor tersebut, meliputi :

  • Gagguan jiwa.
  • Usia lanjut.
  • Stres.
  • Rasa malu dan percaya diri yang rendah.
  • Budaya dan cara pikir.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Penderita penyakit medis, seperti diabetes.
  • Adanya rasa bersalah dalam melakukan aktivitas seksual.
  • Trauma sikologis.
  • Komplikasi pasca operasi panggul.

Anda bisa mencegah terjadinya gangguan anorgasmia dengan lebih santai dan menikmati kegiatan seksual Anda bersama pasangan. Dengan merasa nyaman, Anda akan lebih mudah mendapatkan orgasme. Saat Anda mengalami kesulitan mendapat orgasme, jangan terlalu dipikirkan.

Cobalah lebih rileks dan minta bantuan pasangan Anda, agar ia memberi kenyamanan pada Anda dan tidak terlalu mengejar kepuasannya sendiri. Terlalu memikirkan gangguan ini, bisa membuat Anda akan lebih sulit lagi mencapai puncak klimaks.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here