Kenali Gejala Radang Usus Buntu pada Anak Sebelum Terlambat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Waspada jika anak mengalami muntah dan nyeri perut, terutama perut sisi kanan bagian bawah. Kemungkinan itu disebabkan oleh radang usus buntu yang secara medis disebut apendisitis. Radang usus buntu telah menjadi salah satu alasan paling umum untuk operasi perut pada anak-anak dan remaja usia 10 hingga 20 tahun.

Usus buntu sendiri merupakan organ berbentuk kantung kecil dengan panjang 5-10 cm yang terhubung ke usus besar. Penyebab radang usus buntu belum diketahui secara pasti. Namun, sejauh ini para pakar medis percaya bahwa sumbatan (obstruksi) adalah penyebabnya. Sumbatan pada usus buntu sering terjadi akibat akumulasi kotoran. Tapi, bisa juga disebabkan oleh pembesaran folikel limfoid, cacing, dan tumor. Bila ada sumbatan pada usus buntu, bakteri bisa berkembang biak dengan cepat di dalamnya dan menyebabkan peradangan dan pembentukan nanah.

Radang usus buntu bisa menjadi kondisi serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Bila usus buntu pecah, bakteri dapat menyebar ke dalam rongga perut dan menyebabkan infeksi yang parah. Infeksi ini disebut peritonitis, dan berpotensi menyebabkan kematian.

Karenanya, orangtua harus jeli mengenali gejala-gejala radang usus buntu pada anak, seperti:

  • Nyeri perut sisi kanan bagian bawah dan nyeri semakin parah ketika bergerak
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Demam ringan
  • Konstipasi atau diare
  • Perut kembung
  • Nyeri perut saat ditekan, terutama jika ditekan lalu dilepaskan secara tiba-tiba

Nyeri yang berkaitan dengan radang usus buntu dimulai dari dekat pusar dalam beberapa jam dan nyeri biasanya berpindah ke bagian bawah perut sisi kanan. Nyeri biasanya semakin parah ketika bergerak, menarik napas dalam-dalam, batuk, dan bersin.

Setelah gejala nyeri, gejala lain yang muncul antara lain kehilangan nafsu makan, demam ringan, mual dan muntah. Pada anak yang berusia kurang dari 2 tahun, gejala utama yang muncul adalah muntah dan perut kembung. Pada anak yang lebih tua, mereka biasanya juga mengalami konstipasi atau diare.

Jika Anda mencurigai anak mengalami radang usus buntu, jangan tunda waktu untuk segera membawanya ke dokter. Jangan memberi anak obat pereda nyeri, makanan atau minuman apa pun sebelum anak mendapat evaluasi medis.

Jika tidak didiagnosis dalam 48 jam, kemungkin usus buntu pecah menjadi sangat tinggi. Selain itu, rasa nyeri juga dapat menyebar ke seluruh perut dan anak juga bisa mengalami demam tinggi lebih dari 39 C. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here