Risiko Sering Melakukan Operasi Caesar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Meskipun banyak ibu hamil yang ingin melahirkan secara normal, banyak pula ibu hamil yang memilih melahirkan secara caesar tanpa indikasi medis. Para ibu hamil yang memilih operasi caesar ini umumnya beralasan tak ingin mengalami rasa sakit atau ingin melahirkan pada hari dan tanggal yang spesial. Tak hanya sekali, bahkan cukup banyak wanita yang memilih operasi caesar tiap kali melahirkan. Jika Anda pun tertarik operasi caesar walau tidak ada indikasi medis, timbanglah manfaat dan risikonya secara tepat.

Operasi caesar pada dasarnya merupakan tindakan medis untuk menyelamatkan ibu dan bayi karena adanya indikasi medis yang memengaruhi kehamilan, seperti masalah pada plasenta, menderita diabetes, memiliki tekanan darah tinggi, dan hamil anak kembar. Akan tetapi, jika dilakukan berulang-ulang, bahkan tanpa adanya indikasi medis, operasi caesar membawa risiko bagi kesehatan dan meningkatkan risiko komplikasi pada operasi caesar berikutnya.

Berikut adalah beberapa risiko operasi caesar yang dilakukan berkali-kali:

  • Adhesi. Adhesi adalah jaringan parut yang berkembang pada organ pasca operasi. Selain nyeri perut, adhesi juga dapat menyebabkan organ saling menempel satu sama lain atau ke dinding perut. Semakin sering operasi caesar dilakukan, semakin banyak adhesi yang terbentuk. Setelah tiga kali operasi caesar, adhesi yang banyak dan padat membuat operasi caesar lebih sulit. Hal ini dapat memperpanjang waktu persalinan.
  • Cedera kandung kemih. Anda juga menjadi lebih berisiko mengalami cedera kandung kemih jika melakukan operasi caesar berulang. Peningkatan risiko ini disebabkan oleh adhesi yang terbentuk setelah operasi caesar sebelumnya yang mengikat kandung kemih ke rahim.
  • Pendarahan berat. Risiko pendarahan berat meningkat seiring dengan semakin sering operasi caesar dilakukan. Pendarahan berat mungkin memerlukan pengobatan dengan transfusi darah. Terkadang, histerektomi darurat juga dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu.
  • Masalah pada plasenta. Semakin sering operasi caesar, semakin tinggi risiko Anda memiliki masalah pada plasenta, terutama plasenta previa dan plasenta akreta. Plasenta previa adalah kondisi di mana sebagian atau seluruh plasenta menutupi serviks. Sedangkan plasenta akreta terjadi ketika plasenta tumbuh terlalu ke dalam rahim, sehingga sulit bagi rahim untuk melepaskannya secara normal. Kedua kondisi plasenta tersebut dapat memicu pendarahan yang membahayakan nyawa ibu dan bayi.
  • Risiko pada bayi. Bayi yang dilahirkan secara caesar dua kali lebih mungkin untuk dirawat di neonatal intensive care unit (NICU) dan menjadi lebih berisiko memiliki masalah pernapasan.

Kesimpulannya, komplikasi kehamilan dan persalinan semakin meningkat jika ibu hamil sering melahirkan secara caesar. Terlebih, belum ada penelitian yang membuktikan berapa kali batasan operasi caesar yang dianggap aman. Jadi, jika Anda berencana melahirkan secara caesar tanpa didasari alasan medis yang kuat, pastikan Anda dan pasangan telah mempertimbangkan manfaat dan risikonya. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here