Kenali Tahapan Donor Darah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak orang awam yang belum mengetahui tahapan untuk mendonorkan darah. Mendonorkan darah merupakan kegiatan yang mulia karena membantu kesehatan atau pemulihan orang lain. Tapi tahukah Anda bagaimana dengan tahapan dan aturannya?

Bagaimana Prosedur Teknis Pelayanan Transfusi Darah?

Ada beberapa tahapan melakukan donor darah yang perlu dilakukan oleh calon pendonor, yaitu sebagai berikut:

  • Blood Screening

Blood screening merupakan pemeriksaan uji saring darah yang dilakukan oleh PMI untuk mendapatkan darah yang aman bagi para penerima darah. Uji darah dilakukan untuk mendeteksi empat penyakit seperti; hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan HIV.

  • Konseling Pendonor Darah

Kegiatan kedua yang perlu dilakukan ialah konseling donor darah. Pre dan post konseling dilakukan untuk mendapat persetujuan bahwa darahnya positif terjangkit empat penyakit yang dilarang, maka tidak disetujui untuk mendonorkan darahnya. Biasanya jika terjangkit penyakit HIV, maka calon pendonor dipanggil dan diberitahukan untuk tidak menjadi pendonor.

Hasilnya ialah seorang calon pendonor tidak diperbolehkan donor hingga penyakit sifilisnya sembuh. Kemudian bagi pengidap hepatitis B, hepatitis C, dan sifilis, maka selamanya tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya.

Bagaimana Tahapan Mendonorkan Darah?

  1. Calon pendonor darah memberikan kartu donor kepada petugas donor darah. Jika baru pertama kali, maka setelah mendonorkan darah, akan diberi kartu donor darah. Apabila calon pendonor lupa membawa kartu, maka wajib mengisi formulir.
  2. Calon pendonor diarahkan untuk pengukuran berat badan. Apabila berat badannya kurang, maka calon pendonor tidak diizinkan untuk melanjutkan proses donor darah.
  3. Calon pendonor darah melakukan pengujian darah dan HB.
  4. Calon pendonor darah dipersilahkan tidur untuk diperiksa perihal kesehatannya untuk melakukan transfusi. Dalam hal ini, dokter biasanya akan bertanya apakah waktu tidur calon pendonor sudah memenuhi waktu 5 jam.
  5. Petugas transfuse darah (AID/PTID) siap mengambil darah berdasarkan berat badan yaitu sebesar 250 cc – 500 cc.
  6. Setelah melakukan donor darah, biasanya pendonor akan diberikan hidangan seperti makanan, telur, susu, dan vitamin.
  7. Pendonor diarahkan untuk menuju ruang administrasi untuk mengambil kartu donor yang sudah diisi tanggal mendonorkan darah. Pengisian dilakukan oleh petugasnya secara langsung.
  8. Pendonor diizinkan pulang atau melanjutkan aktivitas pribadinya.

Pendonor diperbolehkan menyumbangkan darahnya kembali setelah waktu 75 hari atau sepanjang 2, bulan berikutnya. Seorang yang terbiasa mendonorkan darahnya justru merasa badannya lebih segar dan bugar karena ada pergantian sel darah merah.

Jadi jangan khawatir kehabisan darah jika melakukan donor darah. Sebab otomatis tubuh akan memproduksi sel darah merah kembali. Menjadi pendonor darah merupakan hal yang cukup mulia untuk menolong sesama dalam hal kemanusiaan. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY