Kondisi Ibu Hamil yang Dibolehkan untuk Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa pada bulan Ramadan merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap orang yang beragama Islam. Berpuasa artinya menahan diri dari sesuatu yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal yang membatalkan puasa dapat berupa makan dan minum.

Kewajiban berpuasa juga berlaku bagi ibu hamil. Meski ada beberapa hukum berpuasa untuk ibu hamil yang memperbolehkannya untuk tidak ikut puasa. Tapi, tidak sedikit ibu hamil yang tetap ingin berpuasa saat bulan Ramadan.

Pada wanita yang sedang hamil dan tetap ingin berpuasa tentu harus memerhatikan kesehatan dirinya sendiri dan juga janin yang dikandung. Dengan berpuasa, berarti ibu hamil tidak makan dan minum paling tidak selama 12 jam. Dan itu berarti, asupan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka harus benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral dirinya dan janinnya. Beberapa kondisi yang memperbolehkan ibu hamil untuk berpuasa, diantaranya :

  1. Tidak sedang mengalami gangguan kesehatan

Ibu yang sedang mengandung akan diperbolehkan berpuasa apabila tidak memiliki riwayat penyakit yang diderita. Penyakit yang akan membuat ibu hamil tidak diperbolehkan puasa, seperti penyakit gula, anemia, tekanan darah tinggi, dan maag.

  1. Perkembangan janin yang baik

Tumbuh kembang janin juga mempengaruhi boleh atau tidaknya ibu hamil berpuasa. Bila tumbuh kembang janin memperlihatkan hasil yang positif, maka ibu akan diperbolehkan untuk menjalankan puasa. Tumbuh kembang janin dapat diketahui dengan melakukan USG.

  1. Penurunan berat badan

Pada umumnya, ibu yang sedang hamil akan mengalami kenaikan berat badan. Bahkan, ada beberapa kasus yang menyebabkan kenaikan berat badan yang drastis pada ibu hami. Sebenarnya, hal ini wajar terjadi. Tapi apabila terjadi penurunan berat badan pada ibu hamil, maka tidak akan diperbolehkan untuk berpuasa. Penurunan berat badan pada ibu hamil akan berdampak pada berat badan janin yang akan dilahirkannya.

  1. Tidak ada kontraksi saat berpuasa

Kondisi lapar dan haus yang dialami ketika berpuasa bisa menyebabakan keadaan perut yang mengencang. Keadaan ini merupakan kontraksi palsu yang disebabkan dehidrasi pada ibu hamil. Jika saat berpuasa ibu hami tidak merasakan kontraksi palsu ini, maka akan diperbolehkan melanjutkan berpuasa.

  1. Tidak mengalami pusing

Pusing sering kali dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa. Ini terjadi akibat kelelahan dengan keadaan perut yang kosong. Dan hal ini yang perlu diperhatikan pada ibu hamil yang berpuasa. Apabila mengalami pusing, mata berkunang, dan lemas lebih baik tidak perlu berpuasa. Karena dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan sang ibu dan juga janinnya.

Bagi ibu yang sedang mengandung sebelum berpuasa, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here