Kontrol Diabetes Mellitus dengan Biji Mahoni

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Rempah-rempah dan herba adalah sumber daya hayati yang sejak lama telah memainkan peran penting dalam kehidupan manusia. Rempah-rempah adalah bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bumbu, penguat cita rasa, pengharum dan pengawet makanan yang digunakan secara terbatas.

Tak hanya itu, rempah-rempah alami juga dapat digunakan sebagai obat dari berbagai jenis penyakit. Salah satu bahan alami yang dipercaya dapat digunakan sebagai obat yakni biji mahoni. Biji mahoni merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat menurunkan glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.

Karena mempunyai daya hambat yang lebih baik terhadap enzim ⍺-glukosidase dan juga mempunyai kemampuan sebagai astrigen, dapat mempresipitasikan protein dan membentuk lapisan pelindung usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah tidak terlalu tinggi.

Penyakit diabetes mellitus sendiri diartikan sebagai penyakit yang dicirikan dengan kadar glukosa darah sewaktu seseorang melebihi 150 mgdL. Keadaan glukosa darah yang tinggi pada seseorang dipengaruhi oleh beberapa penyebab, yakni karena keturunan, pola hidup kurang sehat dan kebiasaan makan yang tidak baik.

Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 bahwa rata-rata prevalensi (angka kejadian) penyakit DM di daerah urban untuk usia di atas 15 tahun sebesar 1,5-2,3%. Prevalensi terbesar adalah Sulawesi Tengah 3,7% dan terkecil terdapat di Provinsi Papua Barat dan Jambi yaitu 1,2%. Jumlah penduduk terbesar usia >15 tahun adalah Jawa Barat 32,1 juta jiwa.

Masalah yang selalu timbul pada penderita diabetes melitus adalah cara mempertahankan kadar glukosa darah penderita supaya tetap dalam keadaan terkontrol yaitu dengan menjalani pilar-pilar pengelolaan diabetes melitus. Kontrol glukosa darah dapat dilakukan dengan terapi farmakologi (obat-obatan) dan tanaman berkhasiat obat atau herbal.

Obat herbal yang mempunyai efek hipoglikemik (menurunkan glukosa darah) salah satunya adalah biji mahoni yang berfungsi sebagai astrigen menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah. Biji mahoni mengandung tiga bahan penting diantaranya flavonoid, saponin (bersifat hipoglikemik) dapat menurunkan kadar glukosa darah dan alkaloid.

Pengaruh ekstrak metanol biji mahoni terhadap peningkatan kadar insulin, penurunan ekspresi tnf-α dan perbaikan jaringan pankreas, pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni dosis 100, 250 dan 400 mg/kgBB pada tikus hasil induksi MLD-STZ menunjukkan adanya gambaran histologi jaringan pankreas.

Dari penelitian tersebut, dipercaya bahwa biji mahoni mampu menurunkan kadar glukosa darah pada seekor tikus. Kemungkinan juga terjadi pada manusia jika diuji cobakan. Saat ini sudah ada produk herbal berbahan dasar biji mahoni. Tidak hanya mengobati atau menurunkan kadar glukosa darah, tetapi dapat membantu mengatasi masalah kesehatan lain seperti gangguan lambung (maag), kanker dan obesitas. (SPT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here