Makanan Kaleng Bisa Lemahkan Sperma

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kualitas sperma seseorang bisa ditentukan dari berbagai faktor. Makanan adalah salah satu contohnya. Tak hanya asupan, wadah makanan itu sendiri juga bisa berpengaruh terhadap kualitas sperma seorang pria lho. Salah satu wadah makanan yang berdampak negatif terhadap kualitas sperma adalah kaleng. Dengan kata lain, makanan kaleng tidak baik bagi kesehatan sperma seseorang.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Fertility and Sterility menemukan, pria yang memiliki kadar bisphenol-A (BPA) di urinnya ternyata memiliki sperma berkualitas rendah. BPA adalah senyawa kimia yang ditemukan di lapisan kaleng makanan dan minuman.

Para peneliti memantau dua kelompok pria. Kelompok pertama dipaparkan BPA dan satunya tidak. Hasilnya, mereka yang terpapar BPA memiliki sperma berkualitas rendah. Menurut para peneliti itu, BPA memiliki sifat seperti estrogen di tubuh pria. Artinya, senyawa ini akan mengurangi fungsi hormon lelaki.

Akibatnya, kelompok yang terpapar BPA memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit serta kualitas yang buruk. Lebih jelasnya, sperma kelompok yang terpapar BPA sulit untuk ‘berenang’ menemui sel telur.

Studi lainnya dilakukan oleh ahli genetika di Washington State University. Para peneliti mengungkapkan, paparan singkat BPA pada awal kehidupan dapat mengubah sel-sel induk yang bertanggung jawab untuk memproduksi sperma di kemudian hari.

“Efek negatif bahan kimia estrogenik pada pria dapat mempengaruhi perkembangan otak, saluran reproduksi, dan testis. Perubahan ketiga hal ini memiliki potensi untuk menginduksi dampak reproduksi utama,” kata peneliti Patricia Hunt, Ph.D.

Sementara itu, dampak dari paparan BPA sudah terlihat. Di Denmark lebih dari 40% pria muda memiliki masalah sperma yang berhubungan dengan infertilitas atau penurunan kesuburan.

Penelitian terus dilakukan untuk lebih melihat secara mendalam dampak BPA pada jumlah sperma. Namun yang pasti, masuk akal untuk mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan menghindari BPA bila memungkinkan.

Selama bertahun-tahun, BPA memang dihujani kritik. Senyawa ini adalah zat kimia dasar yang digunakan dalam banyak produk sehari-hari, seperti CD, kertas termal untuk bon, ponsel, helm sepeda motor, dan botol plastik. Sejumlah studi juga menunjukkan adanya kaitan antara BPA dan beragam penyakit serta cacat tubuh.

BPA dikembangkan tahun 1930-an. Kala itu, para peneliti mencari materi sintetis yang dapat menyerupai sifat hormon seksual wanita, yakni estrogen. Meski tak lama setelah itu terlihat bahwa efek estrogenik pada BPA tergolong lemah, tapi untuk aplikasi terapeutik dan obat-obatan lainnya terbukti lebih cocok.

BPA juga dikaitkan dengan kanker payudara dan prostat, kematangan seksual dini pada anak perempuan muda, masalah sistem kekebalan tubuh, peningkatan obesitas, dan diabetes tipe 2. Satu lagi bahaya BPA, yakni menurunkan jumlah sperma dan meningkatkan infertilitas kaum Adam. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here