Manfaat Traveling Bersama Anak yang Mungkin Belum Diketahui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Liburan atau traveling saat ini bisa dikatakan menjadi kebutuhan hampir pokok, terutama kaum urban. Jika Anda memiliki hobi traveling, mengapa tidak mengajak anak Anda untuk traveling bersama? Traveling tak cuma menjadi penghilang penat pikiran bagi orang dewasa. Lebih dari sekedar jalan-jalan, traveling juga ternyata menawarkan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Inilah manfaat-manfaatnya sebagaimana dikutip dari telegraph.co.uk!

Mendorong perkembangan otak anak

Menurut ahli saraf dari Washington State University, Dr. Jaak Panksepp, traveling dapat membantu dalam perkembangan otak anak-anak. Hal ini karena tubuh menjalankan dua sistem yang tertanam secara genetis dalam area limbik otak. Beliau menyebut dua sistem tersebut sebagai play system dan seeking system. Play system akan terlatih ketika anak menyentuhkan kaki di pasir atau ketika orangtua menggendong anak di punggung. Sedangkan seeking system akan terlatih setiap kali anak diajak ke tempat petualangan, seperti hutan dan pantai.

Sama halnya dengan orang dewasa, traveling juga mengaktivasi sistem-sistem dalam otak anak untuk melepaskan neurokimia, seperti opioid, oksitosin, dan dopamin yang dapat mengurangi stres dan membuat suasana hati menjadi lebih baik. Dengan memperkenalkan traveling pada anak sejak dini, play system dan seeking system akan semakin terlatih. Dengan kata lain, traveling memungkinkan orangtua memberi dukungan untuk mendorong kemampuan bermain anak dan mendorong anak untuk lebih eksploratif. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menciptakan ide-ide kreatif ketika dewasa kelak karena play system dan seeking system yang terlatih dengan baik dapat mendorong pertumbuhan dan pematangan lobus frontal, yakni area otak yang terlibat dalam fungsi kognitif dan kecerdasan sosial.

Membangun kemampuan konsentrasi

Secara umum, berjalan bersama keluarga di area hijau telah diteliti dapat menurunkan stres, tekanan darah, dan kolesterol, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Alhasil, setelah traveling, seseorang biasanya menjadi lebih berkonsentrasi dalam bekerja. Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa berada di alam 20 menit saja dapat meningkatkan tingkat konsentrasi dan perhatian anak. Dampaknya ini bahkan dianggap sebaik obat-obatan untuk anak dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

Tingkat IQ yang lebih tinggi

Membawa anak traveling dapat menjadi sarana untuk mengenalkan anak pada lingkungan yang beragam. Lingkungan yang beragam ini sebagai “pupuk” untuk lobus frontal yang berkaitan dengan kemampuan belajar, pengendalian stres, konsentrasi, dan perencanaan. Karenanya, anak yang diperkenalkan dengan traveling sejak dini dikaitkan dengan tingkat IQ yang lebih tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here