Masalah Kesehatan Gigi Pada Remaja

SehatFresh.com – Di masa pubertas, remaja juga rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut yang mengharuskan mereka mengunjungi dokter gigi. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut seringkali diabaikan oleh para remaja. Banyak kebiasaan-kebiasaan buruk para remaja yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan mulut mereka. Kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut antara lain malas sikat gigi malam, kebiasaan mengonsumsi makanan manis, kebiasaan minum minuman manis dan berkarbonasi, serta kebiasaan merokok.

  • Bau mulut

Dampak kebersihan gigi yang buruk dan membuat tidak percaya diri ialah bau mulut. Bau mulut bisa berasal dari kebersihan gusi dan lidah yang kurang terjaga. Beberapa bakteri di mulut menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau.

  • Gusi berdarah

Masalah gusi berdarah seringkali dikeluhkan oleh para remaja. Ini biasanya baru disadari ketika menyikat gigi. Gusi berdarah menunjukkan adanya peradangan gusi (gingivitis). Peradangan pada gusi ini biasanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, sehingga terjadi penumpukan plak yang mengiritasi gusi.

  • Gigi berlubang

Masalah gigi lainnya yang sering juga ditemui pada remaja ialah masalah gigi berlubang. Proses terjadinya lubang pada gigi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi, yaitu karena adanya bakteri di dalam plak, gula, dan juga kondisi kesehatan gigi itu sendiri. Sekali gigi berlubang akan tetap berlubang, bahkan akan semakin besar dan dalam jika dibiarkan.

Untuk mencegah gigi berlubang, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan yaitu mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, meningkatkan ketahanan gigi dengan konsumsi makanan sehat, serta membersihkan gigi dengan sikat gigi dua kali sehari secara benar dan teratur, dan bersihkan juga sela-sela gigi dengan benang gigi sekali sehari. Jangan lewatkan juga pemeriksaan gigi teratur setiap enam bulan sekali, agar lubang pada gigi tidak semakin parah.

  • Gigi geraham bungsu

Gigi geraham bungsu bisa tumbuh pada mereka yang berusia 15 sampai 25 tahun. Gigi ini bisa menyebabkan masalah, karena mulut terlalu sempit untuk gigi baru di usia tersebut. Maka dari itu, gigi ini perlu dicabut. Jika terdapat cukup ruang untuk gigi dan tidak memengaruhi gigi yang lain, maka tidak masalah jika gigi ini dibiarkan. Tapi jika ini menyebabkan rasa sakit dan infeksi jaringan mulut, maka gigi ini perlu segera dicabut. Pasalnya, gigi ini bisa menyebabkan beberapa penyakit gusi dan gangguan rahang. Konsultasi dengan dokter profesional untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber gambar : pramareola14.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY