Mendeteksi Dan Mencegah Pengembangan Kanker Serviks

SehatFresh.com – Selain kanker payudara, kanker leher rahim atau yang biasa disebut kanker serviks juga menjadi pembunuh wanita dengan kasus kematian yang tinggi. Kanker serviks dapat terjadi pada setiap wanita dan pap smear merupakan langkah awal untuk mendeteksi sekaligus mencegah pengembangan kanker serviks sebelum semakin parah. Para dokter menyarankan para wanita yang setidaknya berusia 21 tahun, yang sudah menikah atau sudah aktif berhubungan seksual untuk melakukan tes pap smear. Lalu, seperti apa tes pap smear itu?

Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker serviks. American Cancer Society mengklaim bahwa pap smear dapat memangkas kematian akibat kanker serviks hingga 74 persen. Keakuratan hasil pap smear diyakini mencapai lebih dari 90%. Hal ini menandakan bahwa pap smear dapat menjadi referensi valid untuk mengetahui kondisi sel serviks seorang wanita. Jika dilakukan secara teratur, pap smear menawarkan salah satu cara terbaik untuk menghentikan kanker serviks pada stadium dini. Pap smear dapat menampilkan perubahan abnormal pada sel-sel leher rahim. Beberapa perubahan sel dapat disebabkan oleh sesuatu yang sederhana seperti infeksi jamur. Sementara lainnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), yang umumnya ditularkan selama hubungan seks.

Perjalanan penyakit kanker serviks membutuhkan waktu sekitar 10 sampai 20 tahun untuk menjadi kanker. Selama masa tersebut, hampir tidak ada gejala yang ditimbulkan. Banyak wanita yang tidak memiliki keluhan lalu merasa tidak perlu melakukan pap smear. Hal ini tentunya tidak bisa dibenarkan. Intervensi dini untuk kanker serviks sangat penting. Oleh karena itu, pap smear harus dilakukan secara teratur. Wanita dengan sistem kekebalan yang lemah atau yang postitif HIV memiliki risiko lebih tinggi dan harus melakukan pemeriksaan setiap tahun.

Penularan virus HPV yang disebut-sebut sebagai penyebab umum kanker serviks bisa disebabkan faktor hubungan seksual dengan banyak pasangan. Untuk wanita muda yang aktif secara seksual dan wanita dengan banyak pasangan, maka penting untuk melakukan pap smear secara rutin setiap tahunnya. Bahkan wanita yang sudah diangkat kandungannya tanpa disertai pengangkatan mulut rahim tetap disarankan melakukan pap smear secara rutin setahun sekali. Sementara itu, wanita yang sudah berusia 67 tahun boleh berhenti melakukan pap smear bila hasil pap smear dua tahun berturut turut sebelumnya menunjukkan hasil normal.

Bagaimana jika belum pernah berhubungan seksual?
Anjuran pap smear ditujukan pada perempuan yang aktif secara seksual, tidak peduli status pernikahannya. Karena hubungan seks bisa saja terjadi di luar status pernikahan. Wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual secara aktif meskipun telah berusia lebih dari 21 tahun sebenarnya tidak perlu melakukan tes pap smear. Prosedur pap smear ini dilakukan dengan memasukkan alat melalui vagina dan mengambil sampel dari dinding rahim sehinga akan merobek selaput dara.

Sumber gambar : www.theglow.com.au

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY