Mendidik Disiplin Waktu pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Secara bahasa, disiplin mempunyai arti ‘belajar’, ‘pengajaran’ atau ‘berlatih’. Jadi, mengenalkan dan mendidik anak untuk disiplin waktu harus dilakukan dengan bertahap, tidak bisa sekali dikenalkan dan langsung jalan. Kemampuan masing-masing anak serta karakter yang mereka miliki juga sangat menentukan keberhasilan orangtua dalam mendidik kedisplinan.

Mendidik disiplin waktu pada anak dapat dilakukan melalui beberapa tahap seperti di bawah ini:

  • Kenalkan disiplin waktu semenjak dini

Saat si kecil baru lahir, seluruh aktivitasnya sangat tergantung pada orang tuanya. Jadi, mengenalkan disiplin waktu lebih mudah pada tahap ini. Orangtua, misalnya, dapat menetapkan jam mandi 30–60 menit setelah si kecil bangun pagi dari tidurnya.

  • Kenalkan tentang konsep waktu

Seiring waktu, gunakan aneka soft book dengan gambar jam yang berwarna-warni. Setelah semakin besar, orangtua dapat melengkapi koleksi buku si kecil dengan buku-buku bertema waktu. Pilih buku sesuai dengan tingkat usia si kecil. Buku-buku soft cover, contohnya, tentulah belum tepat untuk usia di bawah dua tahun. Bila mungkin, pilihlah isi buku yang merupakan penggambaran antara hubungan penggunaan waktu dan aktivitas sehari-hari. Setelah si kecil memasuki usia balita, orangtua dapat mulai mengenalkan padanya aneka jenis mainan yang berkaitan dengan waktu. Pada saat ini, ada aneka jenis mainan bertema waktu atau jam yang terbuat dari kayu atau plastik yang aman untuk anak.

  • Mulai kenalkan dengan jadwal harian

Semakin bertambah usia, anak mulai menyadari sebuah rutinitas, contohnya mandi dua kali sehari pada pagi dan sore, makan tiga kali sehari serta tidur tidak terlalu malam dan bangun pada pagi hari. Pada tahap ini, ia sudah dapat diajak untuk membuat jadwal harian. Tidak perlu terlalu detil, cukup biasakan ia menjalani jadwal harian pribadi, seperti mandi, makan, dan waktu bermain. Sesekali, biarkan anak menentukan waktunya sendiri. Dengan membebaskan si kecil menentukan waktu aktivitasnya, orangtua dapat memintanya ‘bertanggung jawab’ saat ia malas memenuhi jadwal buatannya. Sebagai penyemangat, reward dan punishment dapat diterapkan pada tahap ini.

  • Skala prioritas

Melatih disiplin waktu pada anak (usia 5–12 tahun) bisa dilakukan dengan cara mengajarkan anak dalam menentukan skala prioritas. Dengan mengajarkan prioritas ini, anak akan tahu caranya membagi waktu di antara aktivitas berbeda serta mengutamakan aktivitas yang lebih penting terlebih dahulu.

  • Kesenangan

Terakhir, yang harus Anda ingat sebagai orangtua adalah melibatkan kesenangan dalam melatih disiplin waktu pada anak. Beri penjelasan padanya bahwa mengatur waktu itu menyenangkan dan dia akan belajar mengerti keseimbangan antara tanggung jawab dan kesenangan itu sendiri. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here