Menyeimbangkan Otak Kiri dan Kanan

SehatFresh.com – Konsep otak kiri dan otak kanan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang. Meski keduanya mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi setiap individu mempunyai kecenderungan untuk mengunakan salah satu belahan yang dominan dalam menyelesaikan masalah hidup dan pekerjaan. Setiap belahan otak saling mendominasi dalam aktifitas namun keduanya terlibat dalam hampir semua proses pemikiran. Kedua fungsi otak manusia itu sangat diperlukan dalam kehidupan.

Korteks serebral merupakan bagian otak yang mengontrol fungsi rasional, dan dibagi menjadi dua belahan. Setiap belahan memproses informasi dengan cara yang berbeda. Sementara kedua belahan otak terlibat dalam setiap aktivitas manusia, sebagian besar orang cenderung lebih dominan pada satu belahan. Preferensi ini disebut dominasi belahan otak. Jika Anda berinteraksi dengan masukan baru dengan cara yang paling cocok untuk belahan dominan Anda, Anda lebih mungkin untuk mempertahankannya.

  • Otak kiri
    Belahan kiri memproses informasi secara sistematis dan linear. Berurusan dengan simbol seperti huruf dan angka adalah kekuatan otak kiri, sehingga matematika, ejaan dan kosakata umumnya lebih mudah diserap untuk pemikir otak kiri. Area “Broca” pada otak, merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk berbicara di otak kiri, sehingga ekspresi verbal baik secara langsung atau tidak langsung merupakan keuntungan bagi pemikir otak kiri.
  • Otak kanan
    Pemikir otak kanan mulai dengan gambaran besar dan bekerja dengan cara mereka ke arah dalam. Mereka lebih cenderung menaruh perhatian terhadap detail sehingga menghasilkan kecenderungan intuitif dalam pemecahan masalah. Pemikir otak kanan lebih konkrit dengan simbolis dan akan mempertahankan masukan lebih mudah jika mereka bisa menyentuhnya, melihatnya atau terhubung ke pada tingkat emosional. Otak kanan mudah menyerap ekspresi non-verbal sehingga pemikir otak kanan lebih banyak memilih mengekspresikan diri melalui musik, tari atau karya seni.

Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia cenderung hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal seperti sekolah atau kuliah lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit yang mengembangkan potensi otak kanannya.

Meningkatkan fungsi belahan non-dominan dapat dilakukan dengan cara melatihnya. Otak kiri dapat diperkuat dengan kata dan angka serta tantangan seperti teka-teki silang dan sudoku. Permainan seperti catur dan bridge juga membantu mengembangkan proses berpikir sekuensial. Kegiatan kreatif seperti bercerita atau permainan asosiasi dapat melatih fungsi otak kanan sama halnya seperti apapun yang memerlukan keterampilan visuospatial, seperti lukisan, patung dan visualisasi sederhana.

Perasaan dan logika memang dua hal yang tidak bisa dicampurkan, namun Anda dapat menyeimbangkan fungsi keduanya. Dengan begitu, Anda tidak akan menjadi terlalu dingin karena hanya mengandalkan rasio, atau menjadi terlalu lembut dan tidak tegas karena terlalu mengandalkan perasaan. Maka dari itu, akan sangat baik jika Anda bisa menggunakan keduanya sesuai dengan situasi dan permasalahan yang Anda hadapi.

Sumber gambar : donitmotivasi.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY