Mengatasi Sesak Nafas pada Anak

0
99

Sesak napas merupakan gangguan fungsi pernapasan yang diakibatkan mengecil atau tersumbatnya saluran pernapasan atau lemahnya organ pernapasan atau paru-paru. Sesak napas bisa menjadi suatu gejala dari beberapa penyakit yang dapat bersifat kronis. Sesak napas dapat terjadi pada siapa saja tidak terkecuali anak-anak. Gangguan pernapasan ini dapat terjadi tiba-tiba.

Penyebab sesak napas bervariasi, bisa karena infeksi paru-paru (pneumonia), alergi saluran napas termasuk asma, tersedak benda asing, dan kelainan jantung, darah, dan organ lainnya seperti ginjal. Menangis atau tertawa keras juga bisa menyebabkan timbulnya gejala dan juga sering batuk berkepanjangan terutama di waktu malam hari atau cuaca dingin. Frekuensi dan beratnya serangan asma juga berbeda pada setiap orangnya. Beberapa penderita mungkin hanya mengalami sesak napas yang singkat dan ringan yang terjadi sewaktu-waktu. Sementara penderita lainnya mungkin mengalami gejala disertai batuk dan mengi (bengek) serta mengalami serangan hebat setelah menderita suatu infeksi virus, olah raga atau setelah terpapar oleh alergen maupun iritan tertentu.

Gejala awal sesak napas pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari atau ketika melakukan olah raga juga bisa merupakan indikasi sesak napas. Sebagai reaksi terhadap kecemasan, penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat. Anak yang mengalami sesak napas akan merasa gelisah, frekuensi napasnya menjadi lebih cepat daripada biasanya, bibir tampak kebiruan, disertai suara napas tambahan seperti mengi. Jika kondisi sudah parah, kesadaran anak akan menurun, kejang, dan muka menjadi kebiruan. Lalu, bagaimana cara menangani anak yang sesak napas?

Pertolongan pertama yang harus di lakukan untuk mengatasi sesak napas pada anak adalah:

  • Bawa anak ke tempat yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik. Bila perlu bawa anak Anda ke tempat tidur atau di ruangn mana pun, yang dapat membuat bayi Anda beristirahat dengan tenang.
  • Posisikan anak dengan keadaan duduk atau setengah duduk. Bila perlu sandarkan bayi ke bantal. Jangan pernah memposisikan anak yang sesak napas dengan posisi tidur karena hal tersebut justru dapat menyumbat saluran pernapasan dan memperburuk kondisi.
  • Anda sebagai orang tua jangan pernah merasa panik, ketika anak Anda mengalami sesak napas. Bila perlu ajaklah anak Anda berbicara untuk menenangkannya. Atau bisa juga dengan memberinya air minum hangat untuk menenangkannya.
  • Longgarkan pakaian anak untuk meringankan sesak. Pijat perlahan daerah syaraf paru-paru yang terletak di atas jempol kaki atau lebih tepatnya di antara jempol dan jari telunjuk kaki.

Jika anak, terutama anak usia bayi, sering mengalami sesak napas, atau sering batuk terutama pada malam hari, jangan ragu untuk menemui dokter anak Anda. Jangan lupa perhatikan juga apakah anak Anda mengalami kesulitan bernapas setelah melakukan aktivitas fisik (misalnya setelah menangis lama atau tertawa), saat kondisi udara dingin, atau ketika terpapar debu dan asap rokok. Jika kondisi anak tidak juga membaik, maka segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang lebih baik.

*pic tribunnews

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY