“Kekurangan Kalium bisa Berakibat Fatal”

0
188

Kekurangan kalium atau dikenal sebagai hipokalemia, merupakan keadaan yang bisa terjadi pada semua orang. Kasus ini sekarang semakin populer ketika mengenai seseorang yang terkenal, sehingga membuat masyarakat menjadi familiar dengan istilah hipokalemia.

Beberapa waktu yang  lalu   infotainment dihiasi oleh berita sakitnya penyanyi terkenal Rossa yang batal manggung karena sakit dan menyebabkan tubuhnya lemas. Diketahui penyebab dari kondisi sakit tersebut karena kekurangan kalium atau hipokalemia. Masih ingat beberapa bulan yang lalu, media menginformasikan bahwa  hipokalemia menjadi alasan salah satu artis penyanyi kita batal  untuk menikah, info yang didapat saat itu oleh yang bersangkutan bahwa penyakit hipokalemia begitu sangat berbahaya dan bisa  menyebabkan kematian.

Apa penyebab hipokalemia?

Menurut Dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB, “Kalau dilihat dari kata hipokalemia sendiri artinya terjadi penurunan kadar kalium. Kalium sendiri dibutuhkan oleh proses metabolisme didalam tubuh, hipokalemia memungkinkan jantung bekerja secara normal. Kalium merupakan salah satu elektrolit penting yang dibutuhkan tubuh. Penurunan yang terlalu rendah dapat berakibat fatal bagi yang menderitanya dan bahkan akan menyebabkan terjadinya kematian”.

Ahli penyakit dalam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, ini juga menambahkan “Secara umum ada 2 hal yang menyebabkan kenapa kalium menjadi rendah. Asupan yang kurang atau pengeluaran yang berlebihan. Pengeluaran yang berlebihan bisa terjadi melalui muntah, diare atau dari saluran kencing. Asupan yang rendah bisa terjadi karena dalam keadaan sakit sehingga nafsu makan menjadi turun atau karena memang  mengurangi makan atau karena kesibukan sehingga tidak sempat makan” .

Pasien-pasien yang dirawat di Rumah Sakit umumnya mengalami hipokalemia karena asupan yang kurang selama mengalami sakit. Pasien bisa  saja mengalami hipokalemia karena adanya kerusakan pada ginjal sehingga terjadi pengeluaran kalium yang berlebihan. Obat-obatan  yang bekerja membuat buang air kecil menjadi berlebihan misal diuretik juga bisa menyebabkan kadar kalium menurun, kadar kalium keluar bersamaan dengan urin kita.

Gejala-gejala yang timbul

Gejala yang bisa dikenali kalau seseorang mengalami hipokalemia adalah pada kondisi baru terjadi penurunan biasanya seseorang yang mengalami hipokalemia  tidak merasakan apa-apa jika berlanjut biasanya ketika kadar kalium kurang dari 3 mEq/L, seseorang akan merasakan   lemas dan jika terus berlanjut seseorang yang mengalami hipokalemia akan mengalami kelemahan otot serta kram otot dan sampai  tidak dapat mengangkat kedua kaki bahkan  kedua tangannya. Sedang kadar normal kalium adalah 3,5 mEq/L-5,0 mEq/L. Kelebihan kaliumpun bisa membahayakan kerja jantung.  Hipokalemia yang berlanjut dapat menyebabkan terjadi gangguan irama jantung dan jika berlanjut terus dapat terjadi henti jantung dan henti nafas.

Pada kasus hipokalemia yang terjadi pada beberapa artis saya melihat lebih karena asupan yang kurang. Hal ini juga yang menggejala di masyarakat kita karena kesibukan atau karena ingin mengontrol berat badan sehingga kurang memperhatikan asupan makana dan tentunya asupan kalium juga menjadi kurang.

Upaya Pencegahan

Hipokalemia tentu bisa dicegah, apabila rendahnya kalium yang berlebihan maka penyebab dari hipokalemia tersebut harus diatasi. Misal karena diare atau  muntah maka diare dan muntah harus diberhentikan. Diare yang berlanjut akan menyebabkan terjadi dehidrasi dan terjadinya penurunan kalium oleh karena itu selain diare diatasinya, untuk mencegah dehidrasi dan penurunan kalium yang berlanjut harus segera diganti cairan dan elektrolit yang keluar dengan cairan pengganti cairan dan elekterolit seperti oralit.

Dr. Ari Fahrial Syam, MD.PhD,FACP

  • Division of Gastroenterology,Department of Internal Medicine, University of Indonesia
  • Twitter @dokterari

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY