Mengenal Ekstra Marital Seksual

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Prilaku extramarital semakin tren dikalangan masyarakat indonesia. Kasus perilaku extramarital dapat dengan mudah ditemukan dan dilakukan oleh siapapun tanpa memandang usia, jabatan, status sosial, tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Berkembangnya fenomena prilaku extramarital merupakan sebuah bentuk disharmoni dalam masyarakat, contohnya banyak sekali seperti rumah tangga kacau, ada pihak yang merasa disakiti, menyebarkan penyakit menular seksual, prilaku seks primitif dan dekadensi moral.

Prilaku extramarital seks dapat terjadi dalam berbagai macam kondisi suatu hubungan pernikahan, baik pernikahan yang tidak harmonis maupun pernikahan yang harmonis sekalipun. (Setiadarma, 2011. H.74). Prilaku extramarital seks terjadi pada situasi-situasi tertentu dimana terdapat  suatu desakan kebutuhan tertentu pada diri seseorang yang tidak dapat ia penuhi bersama dengan pasangannya, akan tetapi berpeluang untuk ia penuhi diluar hubungan pernikahan.

Perilaku extramarital seks dapat disebut sebagai bentuk ketidaksetiaan terhadap pasangan dalam sebuah hubungan pernikahan. (Lusterman, 2005, H.337). Menyatakan bahwa ketidaksetiaan dalam pernikahan memegang teguh komitmen pernikahan monogami, sedangkan  dalam sisi lain pasangannya secara sembunyi-sembunyi melanggar komitmen tersebut.

Perilaku extramarital seks dapat terjadi dengan melibatkan aspek seksual maupun emosional. Menurut Thompson ( dalam Strong dan Vault, 1989, h. 209). Membagi prilaku extramarital terbagi menjadi tiga bentuk yaitu:

  • Seksual non emosional
  • Seksual dan emosional
  • Emosional non seksual

Faktor-faktor yang mendasari terjadinya extralmarital seks menurut (Knox, 1988,h. 120) yaitu:

  1. Variasi seksual. Kehidupan seks dalam sebuah pernikahan memiliki kecenderungan untuk menjadi jenuh dan bosan, dan akibatnya daya tarik dan perangsangan dalam hubungan seksual menjadi semakin berkurang.
  1. Pengalaman Seksual. Terjadi pada seseorang yang sejak masa remaja sudah mencari dan mendapatkan kesempatan untuk merasakan seks di luar nikah mereka akan sulit untuk mengubah arah dorongannya ke satu arah yaitu satu suami atau satu istri.
  1. Pertemanan. Hubungan extramarital terbentuk melalui adanya persamaanatau kecocokan dalam  dunia kerja dan intensitas pertemuan yang sering terjadi, sehingga memunculkan ketertarikan satu sama lain.
  1. Komitmen dalam Pernikahan. Pasangan yang memiliki komitmen rendah terhadap, pernikahannya lebih sering terlibat dalam hubungan extramarital seks.
  1. Sikap apatetik dari salah satu pasangan. Pada tingkat gairah seksual maupun keinginan melakukan variasi hubungan seksual antara pasanganpernikahan yang dapat memicu pemenuhan kebutuhan seksual diluar pernikahan.
  1. Pernikahan yang tidak bahagia. Hubungan extramarital seks seringkali dilakukan oleh pasangan yang mengalami rendahnya tingkat kepuasan pernikahan, frekuensi hubungan seksual, dan kualitas hubungan seksual.
  1. Pengaruh proses penuaan. Dapat juga disebabkan oleh adanya krisis identitas selama masa transisi kehidupan.
  1. Ketidak hadiran pasangan. Perilaku extramarital seks dapat muncul sebagai akibat dari ketidakhadiran pasangan sebuah pernikahan dalam jangka waktu yang lama, sehingga memicu pemenuhan kebutuhan diluar pernikahan dengan cara menjalin hubungan extramarital seks. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here