Mengenal Gangguan Somatoform dan Faktor Penyebabnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pernahkah anda mendengar penyakit gangguan somatoform? Jika belum maka wajar saja karena memang gangguan ini belum begitu dikenal di masyarakat dan bisa jadi karena penderitannya juga sedikit.

Sebagai contohnya yaitu salah satu jenis gangguan somatoform yang sedikit diderita masyarakat adalah somatis. Somatis memiliki prevelensi 0,1% sampai 0,2% pada populasi umum. Dan perbandingannya lebih banyak di derita wanita dibanding laki-laki dengan perbandingan 5 banding 1 yang banyak dijumpai pada usia sebelum 30 tahun. Lalu sebenarnya apa itu gangguan somatoform?

Gangguan Somatoform adalah gangguan yang terjadi pada tubuh secara psikis dengan gejala seperti nyeri, mual, muntah dan kesulitan menelan, gejala-gejala tersebut bisa juga berulang dan berubah-ubah. Gangguan somatoform ini bermacam-macam sehingga seringkali sulit untuk dideteksi.

Selain banyaknya jenis gangguan somatoform, anggapan penderita juga membuat gangguan somatoform sulit dideteksi. Penderita somatoform biasanya menganggap bahwa penyakit yang dialaminya adalah penyakit fisik sehingga mereka lebih memilih pergi ke dokter dibandingkan ke psikolog. Dengan itu akan mempengaruhi diagnosis dan memperlambat deteksi dini terhadap gangguan somatoform.

Jadi mulai sekarang jika anda mengalami gejala gangguan somatoform lebih baik periksakan dahulu keadaan anda ke psikolog karena mereka memiliki ahli kejiwaan, daripada anda merasa sudah pergi ke dokter tapi tidak sembuh-sembuh karena memang keahliannya juga berbeda atau tidak tepat untuk gangguan somatoform.

Selain kedua kesulitan di atas, gangguan somatoform sulit diketagui karena penyebabnya juga sulit ditemukan. Penyebab gangguan somatoform juga bergantung dengan jenis somatoform yang dialami seseorang. Secara pasti penyebab dari gangguan somatoform belum diketahui, namun ada 2 faktor penyebab umum gangguan somatoform, faktor penyebab tersebut antara lain:

  • Faktor Biologis

Faktor biologis dari gangguan somatoform yaitu berasal dari adanya faktor genetik dan adanya penurunan metabolisme suatu zat tertentu di lobus frontalis dan hemisfer nondominan. Beberapa gejala somatoform juga terjadi diduga karena terdapat regulasi abnormal sistem sitokinin.

  • Faktor psikososial

Faktor psikososial pada orang yang terkena somatoform biasanya dapat dilihat dari perilaku penderitannya. Misalnya mereka akan mengejarkan pekerjaan yang justru tidak disukai, senang mengekspresikan emosinya seperti marah kepada pasangannya.

Itulah penjelasan mengenai gangguan somatoform dan juga faktor penyebabnya. Semoga setelah membaca artikel ini anda mendapat pengetahuan umum mengenai gangguan somatoform. Meski prevelansinya rendah, anda harus tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan agar terhindar dari masalah gangguan somatoform. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here