Mengenal Kelainan Seksual Pedofilia

www.sayangi.com

SehatFresh.com – Kelainan seksual adalah suatu keadaan di mana seseorang memilih obyek seks yang tidak wajar. Misalnya memilih binatang, mayat, anak-anak kecil sebagai obyek seks, atau suka disakiti saat berhubungan seks. Kelainan ini didapat sejak kecil. Bisa dari lingkungan, pergaulan, akibat trauma, atau kelainan genetika.

Pedofilia merupakan suatu kelainan yang membuat penderitanya memiliki hasrat seksual terhadap anak-anak, khususnya pada anak berusia di bawah 13 tahun. Menurut America Psychiatric Association (APA) pedofilia merupakan suatu gangguan jiwa dan dimasukkan dalam kumpulan kelainan yang dinamakan Parafilia. Dikatakan pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seks terhadap anak dan fantasi maupun kelainan seks tersebut mengganggu si anak.

Pedofilia pertama kali secara resmi diakui dan disebut pada akhir abad ke-19. Sebuah jumlah yang signifikan di daerah penelitian telah terjadi sejak tahun 1980-an. Saat ini, penyebab pasti dari pedofilia belum ditetapkan secara meyakinkan. Penelitian menunjukkan bahwa pedofilia mungkin berkorelasi dengan beberapa kelainan neurologis yang berbeda, dan sering bersamaan dengan adanya gangguan kepribadian lainnya dan patologi psikologis. Dalam konteks psikologi forensik dan penegakan hukum, berbagai tipologi telah disarankan untuk mengkategorikan pedofil menurut perilaku dan motivasinya.

Di antara kasus parafilia yang dikenali, pedofilia jauh lebih sering ditemukan dibandingkan dengan yang lainnya. Pedofilia lebih banyak terjadi pada laki-laki, tetapi tidak ada informasi yang pasti tentang prevalensinya. Adanya prostitusi terhadap anak-anak di beberapa negara dan maraknya penjualan materi-materi pornografi tentang anak-anak, menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan seksual terhadap anak tidak jarang. Meskipun demikian, pedofilia sebagai salah satu bentuk perilaku seksual diperkirakan tidak secara umum terjadi.

Penyebab dari pedofilia belum diketahui secara pasti. Namun pedofilia seringkali menandakan ketidakmampuan berhubungan dengan sesama dewasa atau adanya ketakutan wanita untuk menjalin hubungan dengan sesama dewasa. Jadi bisa dikatakan sebagai suatu kompensasi dari penyaluran nafsu seksual yang tidak dapat disalurkan pada orang dewasa.

Kebanyakan penderita pedofilia menjadi korban pelecehan seksual pada masa kanak-kanak. Berdasarkan DSM-IV, seseorang dikatakan sebagai penderita pedofilia bila :

  1. Selama waktu kurang lebih 6 bulan, terdapat khayalan yang merangsang secara seksual, dorongan seksual, atau perilaku yang berulang dan kuat berupa aktivitas seksual dengan anak pre-pubertas atau anak-anak (biasanya berusia 13 tahun atau kurang).
  2. Khayalan, dorongan seksual atau perilaku menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  3. Orang yang usianya kurang lebih 16 tahun dan sekitar berusia 5 tahun lebih tua dari anak-anak yang menjadi korban.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY