Mengenal Keratitis Virus dan Gejalanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kornea yakni bening berbentuk kubah yang menutupi iris dan pupil di bagian depan mata, bisa mengalami peradangan. Kondisi di mana kornea meradang ini disebut keratitis, dan dapat terjadi karena berbagai sebab. Infeksi virus, bakteri, jamur, dan parasit dapat menyebabkan kondisi ini. Infeksi terkait keratitis seringkali terjadi setelah cedera pada kornea. Di sisi lain, cedera juga bisa menyebabkan keratitis tanpa adanya infeksi sekunder.

Keratitis virus merupakan kondisi yang cukup umum dan virus yang menjadi penyebabnya bisa berbeda pada setiap pasien. Virus yang dikaitkan dengan keratitis antara lain:

  • Adenovirus, yakni virus penyebab infeksi pada sistem pernafasan.
  • Herpes simpleks, yakni virus penyebab cold sore.
  • Varicella zoster, yakni bentuk lain dari virus herpes yang menjadi penyebab herpes zoster dan cacar air.

Jika Anda memakai lensa kontak, Anda lebih berisiko terkena keratitis. Terutama bila aspek kebersihan dalam penggunaannya kurang diperhatikan. Bakteri, jamur atau parasit, terutama parasite acanthamoeba, dapat hidup di permukaan lensa kontak atau tempat penyimpanan lensa kontak. Kornea bisa terkontaminasi saat lensa kontak bersentuhan dengan mata. Hal ini dapat menyebabkan bentuk keratitis yang menular.

Selain itu, objek, seperti lensa kontak, juga dapat menggores permukaan salah satu kornea dan menyebabkan keratitis yang tidak menular. Namun, luka pada kornea pada memungkinkan bakteri dan mikroorganisme lainnya masuk ke kornea. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan keratitis menjadi menular. Tak hanya karena lensa kontak, zat kimia dalam air seperti yang digunakan di kolam renang juga dapat mengiritasi kornea dan melemahkan jaringan halus pada permukaan kornea sehingga membuatnya lebih rentan terkena infeksi.

Keratitis menular awalnya hanya memengaruhi lapisan luar kornea. Namun, infeksi dapat menjadi lebih parah hingga ke bagian dalam kornea. Karenanya, keratitis yang dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penurunan fungsi melihat hingga kebutaan. Maka dari itu, segera periksa ke dokter mata jika Anda mengalami gejala-gejala keratitis berikut ini:

  • Mata memerah
  • Nyeri mata, bahkan Anda mungkin sampai kesulitan membuka kelopak mata
  • Cairan mata berlebihan
  • Penglihatan kabur
  • Menjadi lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Tidak nyaman karena terasa ada sesuatu yang mengganjal mata

Dengan diagnosis dan penanganan segera, sebagian besar kasus keratitis ringan sampai sedang dapat sembuh tanpa meninggalkan kerusakan mata permanen. Sebaliknya, keratitis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius dan pengobatannya pun menjadi lebih sulit. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here