Mengenal Metode Kelahiran Lotus Birth

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seiring semakin maraknya kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan kimia terhadap kesehatan tubuh, kini banyak orang memilih cara-cara alami. Mulai dari merawat kesehatan, kecantikan, hingga proses melahirkan pun banyak yang mulai beralih menggunakan metode alami. Setelah Water Birth dan Hypnobirthing, para ibu hamil kini bisa memilih satu lagi metode kelahiran, yakni metode Lotus Birth.

Lotus birth adalah proses melahirkan dengan tetap membiarkan tali pusar bayi terhubung dengan plasenta selama beberapa hari. Jadi, tali pusar dan plasenta pada perut bayi tidak langsung dipotong setelah persalinan, namun tetap dibiarkan mengering hingga terputus dengan sendirinya. Untuk melakukan cara ini, biasanya plasenta dibalut dengan kain dan diletakkan di sebuah wadah, seperti baskom yang sudah diberikan bunga-bungaan atau obat herbal tertentu. Untuk proses mempercepat pengeringan, kadang juga ditaburi garam laut.

Sejarah metode kelahiran Lotus Birth

Negara perintis Lotus birth adalah Amerika. Awalnya, lotus birth dilakukan sebagai langkah pencegahan agar bayi terlindungi dari infeksi luka yang terbuka. Meski pun Lotus birth merupakan suatu fenomena yang baru, namun penundaan pemotongan tali pusar sudah ada dalam budaya masyarakat Bali, Indonesia dan suku Aborigin, Australia.

Metode melahirkan dengan cara Lotus birth sebenarnya merupakan sebuah metode persalinan tradisional yang dahulu banyak di jumpai di masyarakat, Indonesia khususnya di Bali. Namun, karena alasan repotnya menangani bayi yang masih terhubung dengan tali pusar, maka metode persalinan ini tidak populer dan mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Metode lotus birth kembali mendunia setelah ada penelitian dari para ahli kesehatan di University of South Florida pada tahun 2010.

Primatolog terkenal, Jane Goodall adalah orang pertama yang melakukan studi jangka panjang dari simpanse di alam bebas Pada hewan Simpanse, yang merupakan mamalia dengan 99 persen bahan genetik menyerupai manusia, juga pada prakteknya membiarkan plasenta tetap menyambung dengan simpanse, tidak merusak bahkan memotongnya. Hal itu dikenal dengan fakta primatologis. Sejumlah praktisi kelahiran teratai simpanse merujuk kepada praktek tersebut sebagai latihan alami bagi manusia.

Menurut para penganut metode persalinan lotus birth, metode ini memiliki banyak keuntungan untuk si bayi, diantaranya:

  • Mencegah bayi menderita penyakit kuning yang biasa menyerang bayi baru lahir.
  • Mencegah bayi dari terkena penyakit anemia.
  • Menambah dan menjaga volume sel darah merah sang bayi.
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga tidak mudah sakit.
  • Mencegah kemungkinan adanya infeksi karena luka setelah pemotongan tali pusar, dll.

Namun, metode lotus birth juga memiliki kelemahan, yakni karena tali pusar dan plasenta bayi yang masih terhubung, akan menimbulkan kerepotan serta tidak leluasanya sang ibu atau keluarga saat akan memandikan, menyusui, atau menggendong bayi. Karena plasenta yang masih terhubung dengan pusar bayi harus di tempatkan dalam suatu wadah terpisah, sehingga kalau ingin kemana-mana, wadah tersebut harus selalu dibawa. Namun bagi ibu modern, mereka tidak merasa keberatan atau kerepotan asal memiliki manfaat yang sangat menguntungkan bagi sang buah hati di kemudian hari.

Sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut mengenai penyakit kuning dan kehilangan berat badan bayi karena tindakan Lotus birth. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here