Mengenal Perbedaan Pembohong Patologis dengan Pembohong Kompulsif

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Siapa saja pasti pernah melakukan kebohongan minimal satu kali dalam hidupnya karena seperti yang kita ketahui manusia tidak ada yang sempurna. Mungkin, jika melakukannya sekali saja dan kebohongan itu merupakan kebohongan kecil atau tidak berdampak sampai merugikan orang lain maka masih bisa di anggap wajar. Namun berbeda lagi bagi orang yang sudah berani melakukan kebohongan yang cukup ekstrem atau tidak wajar lagi. Benarkah ada kebohongan yang ektrem? Ya ada, kebohongan ekstrem itu sendiri ada dua macam yaitu sebutannya pembohong patologis dan pembohong kompulsif.

Pembohong patologis adalah orang berbohong karena sudah memiliki niat dan rencana terlebih dahulu sebelum ia melakukan kebohongan. Pembohong patologis biasanya sudah memiliki tujuan yang jelas yang mana mereka akan selalu berharap tujuannya bisa tercapai dengan berbohong kepada orang lain.

Orang pembohong yang masuk dalam kategori pembohong patologis akan memilki sifat licik dan hanya melihat situasi yang menguntungkan dirinya sendiri. Bahkan mereka tidak akan berhenti berbohong meski pernah ketahuan berbohong kepada anda karena mereka tidak memperdulikan perasaan orang lain ataupun damak dari kebohongan yang mereka lakukan.

Tipe kedua kebohongan yang ekstrem yaitu pembohong kompulsif. Pembohong kompulsif merupakan kebohongan yang sudah menjadi kebiasaan orang tersebut dalam sehari-harinya. Orang pembohong jenis ini mungkin saja bisa berbohong tentang apa pun dan dalam situasi apapun. Mungkin sedikit aneh jenis kebohongan ini karena mereka akan merasa tidak nyaman jika berkata jujur, untuk itu agar terhindar dari kebenaran mereka akan berbohong.

Orang dengan kebohongan kompulsif juga biasa disebut dengan pencitraan karena mereka melakukan kebohongan hanya karena ingin terlihat hebat di mata orang lain.

Secara sekilas kedua tipe pembohong yaitu patologis dan kompulsif terdengar sama namun sebenarnya terdapat perbedaan diantara keduanya. Lalu bagaimana cara mengenali perbedan antara pembohong patologis dengan pembohog kompulsif?

Secara sederhananya untuk membedakan pembohong patologis dan kompulsif  yaitu tukang bohong patologis sudah sejak awal punya niat berbohong dan akan terus berbohong meskipun orang lain tahu ia tidak berkata jujur. Sementara pembohong kompulsif mungkin awalnya tidak punya niat berbohong. Hanya ketika ia dihadapkan dengan situasi yang membuatnya merasa terpojok atau terancam, seorang pembohong kompulsif lantas jadi tidak bisa mengendalikan diri dan terus berbohong.

Itulah penjelasan mengenai pembohong patologis dan pembohong kompulsif. Meski kedua jenis kebohongan tersebut belum bisa dipastikan sebagai gangguan mental atau tidak, akan lebih baik jika kita dapat menghindari kedua tipe bohong karena tidak baik untuk diri kita maupun orang lain di lingkungan kita. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here