Menguak Sejarah dan Asal Usul Kitab Kamasutra

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kamasutra dikenal sebagai salah satu kitab yang memberikan informasi mengenai gaya berhubungan seksual. Kamasutra telah terkenal di penjuru dunia sebagai “buku pedoman” bagi pasangan-pasangan yang belum berpengalaman dalam bercinta. Lantas bagaimana sejarah dan asal usul kitab kamasutra?

Istilah Kamasutra berawal dari bahasa Sansekerta. Kāma artinya keinginan, hasrat, cinta, birahi, atau nafsu. Sementara sūtra artinya benang atau rangkaian. Alhasil kamasutra bisa diartikan sebagai sebuah rangkaian yang menunjukan adegan hasrat seksual ketika bercinta.

Kamasutra merupakan kitab yang memuat panduan dalam berhubungan seksual. Di dalam kamasutra tertulis berbagai nasehat dan pelajaran mengenai cara membina hubungan seksual dengan pasangan. Sebenarnya pembahasan dalam kitab kamasutra tidak semuanya soal seks, karena ada pula tuntunan cara menjalani hidup dengan pasangan.

Dalam kitab kamasutra pembahasan mengenai seks hanya memuat satu bagian, dari total 7 bagian yang ada. Kitab tersebut terdiri dari 1.250 ayat, 36 bab serta 7 bagian. Dirangkum dari berbagai sumber, isi dari kamasutra mitosnya diperoleh dari Nandi yang merupakan banteng suci penjaga pintu rumah Dewa Siwa.

Kitab kamasutra ini sudah berumur lebih dari 1.800 tahun. Pertama kali kitab ini ditulis oleh seorang rohaniawan bernama Vatsyayana. Seiring berjalannya waktu kamasutra lantas ditulis ulang oleh Aditya Narayan Dhairyasheel Haksar, yang memberikan deskripsi hubungan sepasang manusia.

Kitab kamasutra kemudian lebih dikenal dengan petunjuk-petunjuk dari berbagai macam posisi seks. Posisi-posisi yang dipaparkan dalam kitab ini terdiri dari beberapa variasi. Meski demikian beberapa ahli seks memberikan argumentasi, bahwa posisi-posisi tersebut ada yang sulit dipraktekkan orang biasa.

Namun siapa sangka jika kamasutra juga pernah ditolak untuk diterbitkan, kurang lebih selama lebih dari 100 tahun. Hal tersebut karena topik dan pembahasan di dalam kitab ini, dianggap vulgar. Kemudian sekitar tahun 1962, kitab kamasutra lantas diterjemahkan Sir Richard Burton ke dalam bahasa yang mudah difahami. Kini kamasutra menjadi kitab yang paling terkenal di pejuru dunia.

Selain membicarakan tentang aktivitas seksual, buku ini juga banyak menyimpan kejutan. Pasalnya ada beberapa bagian bab yang menguraikan kewajiban istri,  gaya hidup pria terhormat, wanita yang layak dijadikan istri, wanita yang tidak layak dijadikan istri, 64 ilmu yang perlu difahami wanita, 64 cara berhubungan seksual, cara-cara merayu, obat-obatan yang berfungsi meningkatkan gairah seksual, dan lain sebagainya.

Kamasutra dapat dikatakan sebagai kitab yang memiliki tujuan untuk mendekatkan manusia dengan sang pencipta. Jika diamati sebenarnya kamasutra merupakan kitab spiritual. Negara India memang memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan kitab kamasutra ini. Hingga akhirnya India kuno dikenal sebagai tempat lahirnya referensi pertama, yang menguraikan seksualitas sebagai ilmu. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here