Merawat Gigi Susu Anak

SehatFresh.com РMeskipun gigi susu pada anak nantinya akan digantikan dengan gigi permanen, tetap perlu dirawat dan dijaga kesehatannya. Pasalnya, kesehatan dan kekuatan gigi susu akan menentukan kondisi gigi permanennya kelak. Jika gigi susu tanggal terlalu dini, dan  benih gigi permanennya di bawahnya belum siap untuk tumbuh, gigi permanen anak bisa tumbuh berjejal, tumpang tindih, atau keluar dari lengkung rahang.

Gigi yang sehat dan kuat bukan hanya penting untuk mengunyah makanan, tapi juga untuk pengucapan kata-kata. Gigi susu yang rusak akibat karies bisa menyebabkan kesulitan mengunyah. Orang tua sangat perlu menyadari ini karena kebanyakan orang tua berpikir bahwa karies pada gigi susu tidak akan menjadi masalah karena nantinya gigi tersebut akan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, infeksi dari gigi susu yang karies berpotensi merusak gigi permanen yang sedang tumbuh di bawah akar gigi susu.

Gigi susu yang karies paling sering disebabkan penggunaan botol yang berisi susu atau minuman manis yang seringkali dijadikan pengantar tidur. Ketika tidur, produksi air liur menurun, dan sehingga tidak optimal membilas sisa-sisa makanan. Cairan susu yang tergenang di permukaan gigi anak tetap menempel ketika tidur dan menjadi makanan bakteri di dalam mulut, dan terjadilah karies.

Orang tua sangat berperan dalam menjaga kesehatan gigi anak, dan berpengaruh pula pada kondisi gigi permanen anak ketika dewasa. Untuk itu, jangan biasakan botol berisi susu atau minuman berkadar gula tinggi lainnya, dijadikan sebagai pengantar tidur si kecil. Bila anak meminta susu menggunakan botol sebelum tidur, ibu harus membersihkan gigi dan gusinya dengan kain bersih atau kasa yang basah saat ia tidur setelah minum susu dari botol.

Bila anak belum mampu meludah, cukup gunakan kain bersih atau kasa yang basah untuk membersihkan gigi anak. Saat ia sudah berusia 18 bulan, ia bisa mulai diajarkan untuk membersihkan gigi dengan pasta gigi khusus anak. Di bawah 18 bulan, membersihkan gigi dengan sikat gigi lembut dan air saja sudah cukup. Seiring dengan bertambahnya usia anak, terapkan kebiasaan menggosok gigi secara teratur sejak dini. Biasakan menyikat gigi bersama-sama dengan anak, dan ini juga bisa semakin memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Bayi juga perlu mendapatkan pemeriksaan gigi oleh dokter gigi anak setiap enam bulan sekali. Ini penting untuk memantau kondisi kesehatan giginya. Pemeriksaan gigi oleh profesional bisa dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh.

Sumber gambar : mybaby.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY