Penanganan dan Pencegahan Konjungtivitis atau Mata Merah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jika Anda mengalami gejala-gejala konjungtivitis (mata merah, gatal, berair, terasa berpasir, dan berkerak berlebihan), lebih baik segera periksa ke dokter mata. Kebanyakan kasus konjungtivitis memang dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu dua minggu. Namun, konjungtivitis bisa sangat menular selama dua minggu setelah tanda dan gejala muncul. Karenanya, diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah penularan konjungtivitis lebih lanjut pada orang-orang di sekitar Anda.

Perawatan kasus konjungtivitis tidak selalu sama. Penananganan konjungtivitis tergantung pada apa yang menjadi penyebabnya:

  • Konjungtivitis alergi. Dalam kasus ringan, kompres dingin pada mata dapat mengurangi ketidaknyamanan. Sedangkan pada kasus yang lebih parah, pasien mungkin diberi obat antiinflamasi nonsteroid atau antihistamin. Pasien dengan konjungtivitis alergi persisten mungkin juga diberi resep obat tetes mata steroid.
  • Konjungtivitis bakteri. Bentuk konjungtivitis ini biasanya diobati dengan tetes mata atau salep antibiotik. Kondisi biasanya membaik dalam tiga atau empat hari setelah pengobatan, namun obat antibiotik yang diresepkan harus dituntaskan sesuai resep dokter untuk mencegah kekambuhan.
  • Konjungtivitis virus. Konjungtivitis yang disebabkan virus tidak bisa diobati dengan tetes mata, salep, maupun antibiotik. Kondisi mungkin berlangsung hingga dua atau tiga minggu. Ketidaknyamanan gejala biasanya dapat diredakan dengan kompres dingin atau air mata buatan. Pada kasus yang parah, pasien mungkin diberi resep tetes mata steroid untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat peradangan.
  • Konjungtivitis kimia. Jika mata terkena cipratan bahan kimia, misalnya pembersih toilet, bilas mata selama beberapa menit di bawah air mengalir guna membasuh bahan kimia tersebut sehingga tidak mencederai mata lebih lanjut. Kemudian, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Sebaiknya Anda tidak keluar rumah ketika sedang menderita konjungtivitis. Selain itu, penting juga untuk menerapkan praktek kebersihan yang baik guna menghindari penularan dan mencegah konjungtivitis terjadi kembali di kemudian hari. Praktek kebersihan tersebut diantaranya:

  • Tidak menyentuh mata dengan tangan.
  • Mencuci tangan secara teratur.
  • Rajin mengganti sarung bantal dan handuk, dan jangan menggunakannya bersama orang lain.
  • Selalu bersihkan riasan mata dengan benar, terutama maskara, sebelum tidur. Saat mata terkena infeksi, jangan gunakan maskara.
  • Gunakan kosmetik mata untuk pribadi, jangan berbagi dengan orang lain.
  • Hindari penggunaan lensa kontak abal-abal tanpa resep dari profesional kesehatan mata.
  • Hindari penggunaan lensa kontak ketika terserang konjungtivitis. Sebagai gantinya, gunakan kacamata.

Jika memiliki alergi, hindari pencetus alergi sebisa mungkin. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here