Tanda dan Gejala Anak Kecil Terkena Infeksi Telinga

0
8
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Infeksi telinga perlu jadi perhatian para orangtua, terutama ketika bayi Anda terkena selesma, radang tenggorokan atau bentuk infeksi saluran pernapasan bagian atas lainnya. Infeksi telinga adalah kondisi di mana telinga bagian tengah mengalami peradangan. Penyebabnya bisa bakteri ataupun virus. Jika bakteri menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, bakteri tersebut dapat menyebar ke telinga bagian tengah. Sedangkan jika yang menginfeksi saluran pernapasan bagian atas itu adalah virus, bakteri dapat tertarik ke lingkungan yang ramah mikroba dan pada gilirannya menginfeksi telinga tengah sebagai infeksi sekunder. Akibat infeksi tersebut, cairan menjadi berkumpul di belakang gendang telinga dan menimbulkan gejala yang menyakitkan.

Gejala umum dari infeksi telinga adalah rasa nyeri pada telinga. Sayangnya, orangtua seringkali sulit mengenali gejala infeksi telinga pada bayi atau balita mengingat mereka pada umumnya belum bisa berkomunikasi dengan baik sehingga mereka sulit untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Namun, bila bayi Anda menjadi lebih rewel dari biasanya dan ia pun sering menarik atau menggerakkan tangannya ke arah telinga, kemungkinan besar ada yang bermasalah dengan telinganya. Tanda-tanda ini akan semakin terlihat ketika bayi menyusu karena gerakan menghisap puting dan menelan ASI dapat menekan telinga bagian tengah sehingga memicu nyeri.

Nyeri pada telinga juga dapat membuat bayi kurang nafsu makan, sulit tidur, hingga demam tinggi lebih dari 39 C. Kemampuan bayi dalam merespon suara pun bisa terganggu. Cairan yang biasanya berwarna kuning atau putih juga mungkin mengalir keluar dari telinga bayi Anda. Cairan tersebut mungkin berbau busuk dan tampak berbeda dengan kotoran telinga normal yang biasanya berwarna oranye-kuning atau coklat kemerahan. Nyeri pada telinga dan kemampuan merespon suara biasanya membaik setelah cairan telinga tersebut mengalir keluar.

Jika gejala-gejala di atas dialami oleh bayi Anda, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih bila usia bayi Anda kurang dari 6 bulan atau gejala berlangsung lebih dari 24 jam. Diagnosis dini sangatlah penting guna mencegah infeksi menyebar ke jaringan lain dan menimbulkan masalah yang lebih kompleks.

Ketika mengalami infeksi telinga, saluran eustachius (saluran penghubung telinga bagian tengah dan bagian belakang) mengalami peradangan dan menyempit. Anak-anak memiliki saluran eustachius yang lebih kecil dari orang dewasa. Hal ini membuatnya sulit mengeluarkan cairan dari telinga walaupun dalam kondisi normal. Sistem imun anak-anak yang belum sebaik orang dewasa juga membuatnya harus bekerja lebih keras untuk melawan infeksi. Karenanya, dampak dari infeksi telinga yang dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi serius. Salah satunya gangguan pendengaran. Pada bayi atau balita, gangguan pendengaran yang sifatnya sementara ataupun permanen dapat menyebabkan keterlambatan dalam berbicara dan keterampilan sosial. Gangguan pendengaran permanen dapat terjadi jika ada kerusakan permanen pada gendang telinga atau struktur telinga tengah lainnya. (RFZ)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY