Pengaruh Junk Food Terhadap Perkembangan Remaja

SehatFresh.com – Tahun-tahun remaja adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Pada masa ini, remaja membutuhkan lebih banyak kalori. Sekarang ini, banyak remaja yang makan junk food seperti soda, keripik, permen dan makanan cepat saji untuk memenuhi kebutuhan kalori mereka. Junk food adalah sumber kalori terkonsentrasi, sehingga remaja yang makan makanan ini mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang mereka sadari. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat. Kebiasaan makan junk food di kalangan remaja ini membuat mereka kekurangan asupan vitamin esensial sehingga berisiko mengembangkan berbagai masalah kesehatan di kemudian hari.

Kini makanan fast food telah menjadi bagian dari perilaku sebagian anak sekolah dan remaja di luar rumah diberbagai kota. Jenis makanan siap santap (fast food)yang berasal dari negara barat seperti KFC, hamburger, pizza dan berbagai jenis makanan berupa keripik sering dianggap sebagai lambang kehidupan modern oleh para remaja. Padahal fast food dan junk food mempunyai kandungan kalori, karbohidrat dan lemak yang tinggi. Menurut survey di Amerika Serikat, 21persen remajadi Amerika Serikat mengalami obesitas, naik dari 5 persen pada tahun 1980. Kenaikan tingkat obesitas disebabkan peningkatan asupan kalori secara keseluruhan.

Remaja yang punya kebiasaan makan junk food kurang cenderung untuk makan makanan yang baik seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan susu rendah lemak, sehingga mereka kekurangan zat gizi penting untuk pertumbuhan mereka. Selain itu, banyak gadis remaja tidak memenuhi kebutuhan kalsium harian mereka, yang mungkin meningkatkan risiko kesehatan tulang yang buruk di kemudian hari.

Remaja mungkin tidak terlalu memikirkan bagaimana pola makan mereka mempengaruhi kesehatan mereka. Padahal junk food tidak hanya tinggi kalori tetapi juga sodium, lemak dan gula yang terkandung di dalamnya juga tinggi. Selain itu, kandungan serat, vitamin dan mineral dalam junk food sangatlah rendah. Makan terlalu banyak sodium dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Meskipun hal ini jarang, tapi risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Makanan tinggi lemak sangatlah tidak sehat, lemak yang ditemukan dalam junk food dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan atherosclerosis. Lemak trans yang biasanya berbentuk minyak hidrogen bisa ditemukan pada makanan cepat saji atau junk food. Lemak trans memang bisa membuat makanan tahan lebih lama, namun lemak ini dikaitkan dengan berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, depresi, dan bahkan obesitas. Makan terlalu banyak junk food juga mempengaruhi konsentrasi dan kinerja di sekolah. Peneliti berpendapat bahwa efek oksidasi pada lemak trans akan menyebabkan sel yang berkaitan dengan ingatan menjadi rusak, mati, dan tidak berfungsi. Hal ini membuat kemampuan ingatan seseorang menjadi semakin lemah dan lambat.

Oleh karena itu, konsumsi makanan remaja sangat penting diperhatikan karena pada masa ini merupakan masa pertumbuhan sel-sel yang sangat pesat. Memperhatikan asupan makanan dalam tubuh sangatlah penting. Kita harus lebih selektif dalam  memilih makanan yang akan kita konsumsi. Tidak hanya memperhatikan kepraktisanya dan rasa saja, tapi juga nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Selain itu, proses pengolahan bahan makanan juga berperan penting dalam menentukan kualitas suatu makanan. Jika pemilihan bahan dan pengolahan makananya benar serta kandungan gizinya mencukupi kebutuhan tubuh, maka dapat dikatakan makanan tersebut adalah makanan yang baik bagi tubuh.

Sumber gambar : Pengaruh Junk Food Terhadap Perkembangan Remaja

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here