Pengaruh Karbohidrat Pada Kadar Kolesterol

SehatFresh.com – Karbohidrat adalah sumber energi tubuh yang utama. Karbohidrat dapat diperoleh dari roti, sereal, biji-bijian, susu, yoghurt, buah-buahan, sayuran, dan makanan yang mengandung gula tambahan. Namun, tidak semua sumber karbohidrat memberi efek sama pada tubuh, termasuk pada kadar kolesterol. Penelitian menunjukkan bahwa jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi bisa memengaruhi kolesterol. Beberapa karbohidrat dapat meningkatkan kolesterol, sementara lainnya dapat menurunkan. Semua karbohidrat diubah menjadi glukosa (gula darah). Karbohidrat kemudian digunakan untuk energi atau disimpan untuk digunakan nanti.

Kolesterol adalah lemak di dalam darah. Kolesterol tinggi bisa terjadi akiba penumpukan lemak, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke. Ada dua jenis kolesterol yang ada, yaitu LDL, yang juga dikenal sebagai low-density lipoprotein dan HDL, yang juga dikenal sebagai high density lipoprotein. LDL adalah kolesterol “jahat”, karena menyebabkan penumpukan plak di arteri. HDL adalah kolesterol “baik”, karena membantu tubuh menyingkirkan kelebihan LDL. Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Konsumsi karbohidrat dari karbohidrat olahan yang tinggi gula dan rendah serat seperti kue, telah dikaitkan dengan tingkat HDL rendah serta tingkat LDL dan trigliserida yang tinggi. Semua kondisi ini berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Menurut ahli dari National Heart, Lung and Blood Institute, konsumsi karbohidrat tinggi lebih dari 60 persen dari total kalori berhubungan dengan peningkatan trigliserida. Penelitian OmniHeart dari Johns Hopkins Medical Institutions, pada tahun 2005, membandingkan tiga diet yang menekankan konsumsi protein, lemak tak jenuh tunggal dan karbohidrat. Hasilnya menunjukkan bahwa diet protein dan lemak tak jenuh tunggal lebih efektif dalam mengurangi faktor risiko penyakit jantung daripada diet tinggi karbohidrat.

Indeks glikemik makanan (seberapa cepat meningkatkan gula darah) bisa memengaruhi kolesterol. Indeks glikemik makanan tergantung pada beberapa faktor termasuk jenis pati, kadar serat dan lemak yang terkandung pada makanan tersebut. Misalnya, makanan olahan atau yang diproses seperti roti putih, memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada roti gandum. Meski karbohidrat olahan dapat meningkatkan kolesterol. Namun, karbohidrat sehat dari biji-bijian dan serat dapat membantu menurunkan kolesterol.

Secara khusus, serat larut telah terbukti menghambat penyerapan kolesterol dan lemak sehingga menurunkan kolesterol LDL. Makanan tinggi serat larut termasuk kacang merah, oatmeal, barley, pir, apel dan plum. Memasukkan lima sampai 10 gram serat larut dalam diet harian dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL. Secara umum, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran tidak hanya sehat tetapi juga memiliki indeks glikemik rendah dan kaya serat.

Untuk menjaga kestabilan lemak darah, makanlah karbohidrat hanya dalam jumlah sedang. Secara umum, 60 persen dari kalori harus berasal dari karbohidrat. Pilihan sumber karbohidrat yang tinggi serat dan rendah gula seperti biji-bijian, buah-buahan dan sayuran dalam bentuk pola makan gizi seimbang dapat menjaga kestabilan kolesterol Anda, selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Sumber gambar : communitymediagroup.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY