Warna Cairan Vagina Seiring Siklus Menstruasi

SehatFresh.com – Kelenjar di dalam vagina yang sehat memproduksi lendir. Lendir vagina normal adalah sedikit asam dan sebagian besar terdiri dari air, musin dan albumin (protein yang larut dalam air ditemukan dalam jaringan mamalia). Bakteri baik seperti Lactobacilli, tumbuh subur di vagina normal dan membantu untuk mempertahankan pH yang sehat. Serviks juga menghasilkan lendir. Karakteristik lendir vagina dan serviks bisa berubah akibat berbagai faktor.

Lendir atau cairan vagina normalnya berwarna bening. Lendir kewanitaan seringkali mengalami perubahan warna. Berbagai perubahan kondisi yang terjadi dalam siklus menstruasi bisa menyebabkan perubahan warna pada lendir vagina. Berikut ulasan singkatnya :

  • Putih

Lendir berwarna putih dengan kosistensi kental biasanya muncul di akhir siklus, yaitu menjelang menstruasi. Normalnya lendiri putih ini tidak disertai gatal. Bila disertai rasa gatal, hal ini bisa mengindikasikan infeksi jamur akibat pertumbuhan bakteri vagina yang tidak seimbang.

  • Bening

Lendir yang bening dan tidak mudah putus jika direnggangkan di antara kedua jari menunjukkan masa subur. Hubungan seks yang dilakukan tanpa pengaman ketika lendir ini muncul berpotensi menyebabkan kehamilan.

  • Kekuningan atau kehijauan

Lendir kewanitaan berwarna kekuningan atau kehijauan kemungkinan mengindikasikan infeksi jamur atau bakteri. Lendir dengan warna seperti ini bisa muncul setiap saat sepanjang siklus selama infeksi belum diobati. Selain perubahan warna, gejala infeksi yang menyertainya adalah cairan vagina berbau tidak sedap atau amis.

  • Coklat

Tidak lama setelah menstruasi usai, lendir masih sering bercampur dengan sisa-sisa darah kotor dan bercak dari lapisan rahim. Sebelum vagina benar-benar bersih, lendir masih akan berwarna kecoklatan walau sudah tidak ada perdarahan.

  • Bercak kemerahan

Pada beberapa wanita, lendir yang disertai bercak darah seringkali muncul pada masa subur dan menjadi tanda awal kehamilan. Bila sebelumnya Anda melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi dan melihat adanya lendir seperti ini, maka sebaiknya segera lakukan tes kehamilan.

Perubahan warna pada lendir kewanitaan sering dihubungkan dengan infeksi. Namun, ini tidak selalu disebabkan oleh infeksi tapi juga bisa dipengaruhi siklus menstruasi. Selain sebagai pelumas saat berhubungan seks, lendir kewanitaan juga berfungsi untuk menjaga kebersihan vagina. Pada tingkat keasaman tertentu, lendir tersebut menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri baik untuk tumbuh dan menjaga kesehatan vagina.

Sumber gambar : viedhar2010.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY