Pengertian dan Bahaya Minyak Jelantah

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penggunaan minyak goreng dalam kehidupan sehari-sehari memang sudah mendominasi berbagai masakan yang ada. Mulai dari masakan yang ada di rumah atau masakan-masakan yang di jual oleh para penjual makanan di restaurant atau di pinggir jalan.

Namun dari masing-masing pengguna baik ibu rumah tangga atau pedagang masih sedikit yang mengetahui sejauh mana minyak goreng masih berkualitas dan masih layak digunakan dalam masakan. Sehingga tak sedikit juga dari mereka yang masih menggunakan minyak hingga minyak tersebut menjadi minyak jelantah.

Menurut Putra dkk minyak jelantah adalah minyak goreng dari tumbuh-tumbuhan yang telah digunakan atau bekas pakai selanjutnya. Definisi lainnya yaitu minyak yang mengalami dekomposisi asam lemak yang pada batas tertentu yang mengakibatkan minyak menjadi tidak layak lagi digunakan.

Untuk mengenali bentuk minyak jelantah bisa dilihat dari warnanya yaitu coklat gelap, kental dan berbau tengik. Hal tersebut terjadi akibat reaksi selama pemanasan suhu yang terlalu tinggi dan juga penggunaan minyak yang berulang kali. Sedangkan untuk mengetahui minyak yang digunakan para pedagang masih layak atau sudah bekas, anda bisa menengok ke wajan pedagang saat anda membeli, jika sudah seperti ciri-ciri di atas maka minyak yang digunakan adalah minyak bekas berulang kali atau minyak jelantah.

Penggunaan minyak goreng perlu diawasi apalagi jika minyak yang sudah digunakan berulang kali. Karena minyak jelantah sendiri berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Minyak jelantah menjadi berbahaya karena kandungan lemak tidak jenuh serta berbagai vitamin dalam minyak seperti vitamin A, D, E, dan K semakin sering anda gunakan minyak berulang kali maka kandungan tersebut akan mengalami penyusutan. Dan akan menyisakan asam lemak jemu yang justru dapat mengakibatkan penyakit berbahaya seperti jantung koroner dan stroke. Tidak hanya itu saja, beberapa penelitian menyebutkan bahwa minyak jelantah yang anda gunakan memiliki kandungan senyawa karsinogenik yang bisa mengakibatkan penyakit kanker. Pada minyak jelantah yang mengalami proses filterisasi juga dapat membahayakan tubuh yaitu menyebabkan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah sehingga terjadi penyumbatan pada pembuluh darah.

Minyak goreng jelantah juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Meningkatkatnya kadar kolesterol terjadi karena penggunaan suhu tinggi saat memasak dengan minyak jelantah yang berkisar antara 177 sampai 221 derajat celcius. Dimana pada suhu tersebut menyebabkan ikatan rangkap pada asam lemak tidak jemu rusak dan berubah menyisakan asam lemak jemu yang dapat berefek pada peningkatan kadar kolesterol. Oleh karena itu, lebih berhati-hatilah saat membeli minyak atau membeli makanan di luar, sehingga kesehatan andapun terjaga. (DKA)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY