Pengertian dan Gejala Hidrokel

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Dalam keadaan normal, cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Kebanyakan hidrokel muncul saat lahir. Antara 1 dan 2 persen bayi baru lahir mengalami hidrokel. Pada pria, hidrokel biasanya mempengaruhi pria berumur lebih dari 40 tahun.

Hidrokel umum dijumpai pada anak-anak yang baru lahir, yaitu sekitar 10%. Namun sebagian besar hidrokel akan menghilang pada tahun pertama kehidupan. Orang dewasa juga dapat terkena hidrokel yang disebabkan oleh peradangan seperti infeksi menular seksual atau luka pada skrotum. Pada kasus seperti ini, membutuhkan pengobatan medis. Beberapa kasus hidrokel pada dewasa dapat hilang sendirinya dalam waktu 6 bulan. Hidrokel bukan penyakit menular atau penyakit genetik yang diturunkan dari orang tua ke anaknya. Penyakit hidrokel juga hanya terjadi pada laki-laki, dan jarang terjadi pada kedua sisi skrotum.

Penyebab kebanyakan hidrokel tidak diketahui. Tapi pada bayi, hidrokel bisa terbentuk sebelum lahir. Hidrokel juga bisa menjadi tanda adanya celah terbuka antara dinding perut dan skrotum. Pada orang dewasa, hidrokel bisa muncul sebagai hasil dari cedera atau akibat infeksi pada testis atau epididimis (saluran keluar sperma). Filariasis, sebuah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti menjadi penyebab utama hidrokel pada orang dewasa di seluruh dunia.

Pada banyak kasus, tidak ada gejala-gejala khusus yang menandakan munculnya hidrokel. Namun, kadang ada pula yang merasakan sensasi nyeri, kulit skrotum kemerahan, dan juga terasa penekanan pada bagian pangkal penis. Umumnya rasa sakit terasa ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan bisa berubah-ubah dalam sehari. Pada bayi, biasanya pembengkakan hidrokel akan hilang dengan sendirinya.

Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika :

  • Rasa nyeri atau pembengkakan yang tiba-tiba muncul pada skrotum, setelah terjadi trauma pada skrotum.
  • Skrotum tampak mengalami pembengkakan. Temui dokter, untuk memastikan apakah pembengkakan yang terjadi tergolong hidrokel atau yang lainnya.
  • Pada bayi, saat hidrokel tak juga menghilang juga setelah setahun membengkak.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY