Penyebab Penumpukan Cairan pada Buah Zakar (Hidrokel)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Hidrokel sendiri merupakan satu keadaan dimana buah zakar atau kantung yang mengelilingi testis mengalami penumpukan cairan dan mengalami pembengkakan. Keadaan ini biasanya dialami oleh anak-anak yang baru lahir. Namun, sebagian besar hidrokel akan menghilang pada usia satu tahun.

Orang dewasa juga dapat terkena hidrokel yang disebabkan oleh peradangan seperti infeksi menular seksual atau luka pada skrotum. Jika terjadi hal seperti ini, maka penderita Hidrokel membutuhkan penanganan media dengan bantuan dokter. Beberapa pasien hidrokel yang telah dewasa dapat hilang sendirinya sekitar 6 bulan.

Pada beberapa pasien tidak ada gejala-gejala khusus mengenai penyakit ini. Namun, kadang ada beberapa pasien yang merasakan nyeri, dan kulit skrotum menjadi kemerahan,

Umumnya rasa sakit terasa ketika ukuran skrotum bertambah besar. Ukuran pembengkakan bisa berubah-ubah tergantung keadaan yang dialami oleh pasien. Pada bayi, biasanya pembengkakan hidrokel akan hilang dengan sendirinya seperti yang telah disebutkan diatas.

Sebenarnya, Hidrokel bukanlah penyakit berbahaya. Namun, bukan berarti Anda menyepelekan keadaan yang Anda alami. Anda harus segera mengonsultasikan dengan tenaga medis jika Anda mengalami beberapa hal berikut ini:

  • Muncul rasa nyeri. Muncul rasa nyeri atau pembengkakan yang muncul pada skrotum, setelah terjadi trauma pada skrotum Anda.
  • Skrotum mengalami pembengkakan. Jika skrotum Anda mengalami pembengkakan, maka konsultasikan dengan dokter apa yang menjadi penyebab membengkaknya skrotum Anda.

Penyebab hidrokel sebenarnya tidak diketahui. Pada bayi sendiri, hidrokel biasanya terbentuk sebelum bayi lahir. Hidrokel juga bisa menjadi tanda adanya celah terbuka antara dinding perut dan skrotum.

Ketika masih di dalam rahim, posisi kedua testis bayi berada di bagian bawah rongga perut akan turun ke dalam skrotum bersama kantung pembungkusnya, prosesus vaginalis. Cairan akan mengisi dan mengelilingi kedua testis di dalam prosesus vaginalis. Pada umumnya, celah yang menghubungkan perut dan skrotum akan tertutup sebelum bayi lahir, atau segera sesudah lahir. Cairan ini biasanya akan terserap secara perlahan pada usia satu tahun anak tersebut.

Akan tetapi pada beberapa kasus, cairan bisa saja tetap bertahan setelah celah tertutup (hidrokel nonkomunikan). Ada pula kemungkinan kalau celah tersebut tidak tertutup dan cairan bisa keluar masuk rongga perut (hidrokel komunikan). Sedangkan pada orang dewasa, hidrokel muncul sebagai hasil dari cedera atau akibat infeksi pada testis atau epididimis (saluran keluar sperma). Filariasis, sebuah infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti menjadi penyebab utama hidrokel yang terjadi pada orang dewasa.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY