Pengertian dan Jenis-Jenis Thalasemia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Darah merupakan cairan yang terdapat dalam tubuh manusia, dimana memiliki fungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh atau sistem kekebalan tubuh dari serangan kuman, dan lain-lain. Komposisi atau kandungan dalam darah teridiri dari 91% Air, 3% Protein (albumin, globulin, protombin dan fibrinogen), 0,9% Mineral (Natrium klorida, garam fosfat, megnesium, kalsium dan zat besi), serta 0,1% bahan organik.

Kandungan-kandungan dalam darah yang mengalir setiap hari dalam tubuh kita ini tentunya sungguh bermanfaat bagi tubuh kita. Bagaimana jika darah dan komposisi yang bermanfaat tersebut memiliki gangguan atau kelainan? Pasti akan sangat berpengaruh bagi kesehatan kita.

Gangguan atau penyakit dalam sistem peredaran darah yang paling masyarakat ketahui adalah anemia. Namun perlu kita ketahui bahwa gangguan dalam sistem peredaran darah selain anemia juga ada Thalasemia.

Thalasemia merupakan kelainan dalam darah yang terjadi karena kurangnya jumlah hemoglobin dalam sel darah merah. Thalasemia merupakan penyakit yang bersifat genetika atau menurun. Jadi apabila kedua atau salah satu orang tua anda memiliki penyakit thalasemia, maka anda juga memiliki resiko menderita thalasemia. Penyakit thalasemia memiliki beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

  1. Thalasemia Alfa

Disebut thalasemia alfa apabila rantai globin alfa mengalami kelainan atau gangguan. Ada 4 macam thalasemia berdasarkan jumlah gen yang terganggu :

  • Delesi 1 gen. Pada tahap ini biasanya tanda dan gejala belum terlihat. Namun akan terlihat apabila dilakukan pemeriksaan laboratorium darah anda secara molekuler. Orang dengan thalasemia jenis ini dapat menurunkan kepada anak-anaknya.
  • Delesi 2 gen. Atau disebut juga dengan thalasemia trait. Pasien dengan thalasemia trait mulai menunjukan adanya gejala anemia ringan atau tanpa anemia.
  • Delegasi 3 gen. Penyakit atau kelainan ini dapat dideteksi setelah proses kelahiran yang disertai dengan adanya anemia berat dan pembesaran limpa yang terdeteksi ketika usia anak-anak atau remaja.
  • Delesi 4 gen. Jika terjadi delesi 4 gen maka bayi akan meninggal dalam kandungan atau meninggal segera setelah dilahirkan karena rantai globin alfa pada tahap ini tidak ada yang terbentuk.
  1. Thalasemia Beta

Thalasemia beta merupakan jenis thalasemia yang paling banyak dijumpai di indonesia.Thalasemia beta dibedakan menjadi 2 macam, meliputi:

  • Thalasemia beta minor yaitu terjadi mutasi pada salah satu dari 2 gen beta. Kadar hemoglobin pada kelainan ini masih dalam ukuran normal atau anemia ringan dan belum terdeteksi adanya gejala klinis.Pasien thalasemia beta minor masih dapat beraktivitas seperti orang sehat, namun dalam keadaan tertentu juga memerlukan tranfusi darah.
  • Thalasemia beta mayor merupakan jenis thalasemia beta yang mengalami mutasi pada kedua gen beta. Pasien thalasemia beta mayor akan memerlukan transfusi darah secara berkala. Dan terdeteksi adanya gejala klinis seperti pembesaran limpa, penumpukan zat besi dalam tubuh akibat tranfusi berkurang.

Itulah beberapa jenis dari penyakit thalasemia yang perlu kita ketahui. Untuk mengetahui adanya penyakit thalasemia anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter sehingga penyakit thalasemia akan terdeteksi dini dan dapat memperlancar proses penyembuhan sedini mungkin.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY