Pengertian dan Penanganan Sepsis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sepsis adalah suatu keadaan di mana tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain. Sepsis merupakan suatu keadaan yang mesti ditangani dengan baik yang berhubungan dengan adanya infeksi oleh bakteri. Bila tidak segera diatasi, Sepsis dapat menyebabkan kematian penderita.

Gejala yang ditimbulkan sepsi bermacam-macam, namun gejala yang umumnya terjadi ketika seseorang terkena sepsis, antara lain tekanan darah yang menurun. Keadaan ini yang dapat menyebabkan terjadinya shock. Masalah-masalah yang berkaitan dengan kerusakan organ. Organ-organ tubuh termasuk jantung, ginjal, hati, paru-paru dan susunan syaraf pusat berhenti bekerja dengan baik karena terdapat aliran darah yang menurun. Menggigil, penurunan kesadaran sehingga tidak dapat diajak bicara, demam atau penurunan suhu tubuh, Sakit kepala akibat tekanan darah yang menurun, denyut jantung meninggi, bercak-bercak di kulit, perdarahan, dan kesulitan bernafas.

Setelah terbukti kemungkinan besar mengidap sepsis, pengobatan akan dimulai secepatnya. Langkah pengobatan sepsis tergantung pada lokasi dan penyebab infeksi, organ yang terinfeksi, dan tingkat kerusakan yang terjadi.

Makin cepat ditangani, kemungkinan pengidap untuk selamat dan sembuh juga makin tinggi. Jika terdeteksi cukup awal dan belum menyebar ke organ-organ vital pengobatan antibiotik di rumah bisa dilakukan.

Sedangkan kasus sepsis yang parah dan syok, septik harus menerima penanganan di rumah sakit. Perawatan yang diberikan perlu mendukung organ-organ vital pasien selama infeksi berlangsung.

  • Langkah utama dalam menangani sepsis adalah antibiotik. Infus antibiotik perlu diberikan secepatnya untuk menurunkan risiko komplikasi dan kematian. Durasi penggunaan antibiotik yang dibutuhkan pun berbeda-beda dan tergantung pada kondisi pengidap dan tingkat keparahan sepsis. Ada sebagian pengidap yang membutuhkan infus antibiotik selama lebih dari satu minggu sementara yang lain hanya menjalaninya selama beberapa hari sebelum beralih ke tablet antibiotik.

Selain itu pengidap sepsis juga akan membutuhkan beberapa penanganan suportif untuk menangani gejala-gejala sepsis. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Obat untuk meningkatkan tekanan darah. Misalnya, dobutamine dan norepinephrine. Obat ini akan mendorong otot-otot yang terkait untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan mengencangkan pembuluh darah.
  • Pemberian oksigen. Jika kadar oksigen dalam darah pengidap terhitung rendah, dokter akan memberikan suplai oksigen melalui selang atau bahkan alat bantu pernapasan. Terutama bagi pengidap pneumonia dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
  • Infus untuk menggantikan cairan tubuh. Infus biasanya akan diberikan selama 1-2 hari pertama guna mencegah terjadinya dehidrasi dan menjaga fungsi ginjal. Dokter juga akan terus memantau kondisi ginjal dengan memeriksa volume urin.

Pendeteksian dini untuk sepsis sangatlah penting agar pengidap dapat segera menjalani penanganan yang cepat dan tepat. Pengobatan yang dilakukan sejak dini dapat menurunkan risiko kerusakan jangka panjang pada organ-organ tubuh serta kematian. Jangan menunda untuk ke rumah sakit jika Anda atau keluarga Anda mengalami infeksi yang tidak membaik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY