Pengertian Gangguan Alat Kelamin Kriptorkismus pada Anak Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kriptorkismus adalah salah satu gangguan diferensiasi seksual yang terjadi pada laki-laki. Kriptorkismus berasal dari bahasa Yunani yakni, cryptos yang memiliki arti tersembunyi. Sedangkan kata orchis dalam bahasa latin memiliki arti testis. Kriptorkismus juga dikenal dengan sebutan undescended testis(UDT).

Kriptorkismus merupakan suatu kondisi dimana testis mengalami terhentinya proses penurunan. Proses terhentinya penurunan testis ini terjadi diantara perut dan buah zakar.

Hal ini terjadi akibat salah satu atau bahkan kedua testis tidak berada di tempatnya, yakni skrotum, justru berada di jalur desensus testis.

Pada kondisi normal, testis harus turun, agar tidak terjadi gangguan fungsi pada bagian laginnya. Bagian yang mungkin akan terganggu akibat testis tidak turun ialah Tubulus Seminiferus.

Anak laki-laki yang mungkin mengalami kriptorkismus adalah saat mereka berusia satu bulan dengan presentase 1,8 persen, usia tiga bulan dengan presentase 1,5 persen, usia satu tahun dengan resiko 0,5 sampai 0,8 persen.

Untuk bayi yang lahir dalam keadaan waktu yang pas sembilan bulan, resikonya sekitar 3 persen. Sementara untuk bayi yang lahir prematur, resikonya lebih tinggi, yakni sekitar 33 persen.

Rasio kriptorkismus yang terjadi adalah 52,1 persen dan kanan 47,9 persen. Kasus kriptorkismus biasanya lebih banyak terjadi ialah secara unilateral dibandingkan bilateral.

Banyak hal yang dapat menyebabkan testis mengalami kriptorkismus, yakni sebagai berikut:

  • Defek intrinsik testis

Maldensus bisa membuat disgenesis gonadal, yakni keadaan yang satu ini adalah penyebab yang membuat testis tidak sensitif terhadap hormon gonadotropin. Hal ini yang menyebabkan penderita menyebabkan kriptorkismus unilateral. Penyebab yang satu ini membuat testis kebal terhadap terapi definitSif.

  • Abnormalitas gubernakulum testis

Kondisi ini merupakan kondisi penurunan testis akibat gubernakulum. Massa gubernakulum yang besar akan memengaruhi perkembangan testis, involusi, traksi, kontraksi dan fiksasi yang akan menempatkan testis dalam skrotum seperti pada kondisi normal.

  • Defisiensi stimulasi hormonal / endokrin

Adanya hormon gonadotropin maternal yang mengalami inadequat akan menyebabkan densus inkomplet. Inilah yang menyebabkan bayi mengalami kriptokismus bilateral. Janin dalam kondisi prematur, hormon gonadotropinnya masih dalam presentase yang sangat rendah. Sehingga tidak cukup untuk mendukung berkembangnya testis di masa kelahiran dan perkembangan anak.

Kondisi prematur janin juga di duga menyebabkan tidak adequatnya HCG menstimulasi terlepasnya testosteron saat fetus akibat imatur sel Leydig dan imatur aksis hipothalamus-hipofisis-tesis. (IKS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here