Pengertian Solusio Plasenta pada Masa Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Plasenta berperan penting selama kehamilan. Namun, terkadang timbul suatu kondisi tertentu yang berkaitan dengan plasenta. Salah satunya adalah solusio plasenta. Apa itu?

Sebelum menjawabnya, yuk kita cari tahu fungsi plasenta terlebih dahulu. Plasenta berfungsi memberikan nutrisi serta oksigen pada janin yang dikandung. Plasenta merupakan organ yang tumbuh di dalam rahim selama masa kehamilan.

Nah, yang dimaksud dengan solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahir. Solusio plasenta seringkali terjadi secara tiba-tiba. Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, maka dapat berbahaya baik bagi ibu maupun janin dalam rahim. Hal ini dikarenakan solusio plasenta bisa menyebabkan pendarahan hebat bagi sang ibu dan bayi yang dikandung bisa kekurangan asupan nutrisi serta  oksigen.

Solusio plasenta dapat dikategorikan ke dalam tiga golongan, yakni:

  • Solusio plasenta ringan

Solusio plasenta ringan disebut juga ruptura sinus marginalis. Kondisi ini ditandai dengan terdapatnya pelepasan sebagian kecil plasenta yang tidak berdarah banyak. Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan kehitam-hitaman. Perut terasa agak sakit atau menegang yang sifatnya terus-menerus. Walaupun demikian, bagian-bagian janin masih mudah diraba. Uterus yang agak tegang ini harus selalu diawasi karena dapat saja menjadi semakin tegang akibat perdarahan yang berlangsung.

  • Solusio plasenta sedang

Dalam kondisi ini, plasenta terlepas lebih dari 1/4  bagian. Tetapi, belum 2/3 luas permukaan. Tanda dan gejalanya dapat timbul perlahan-lahan, seperti solusio plasenta ringan. Selain perlahan, gejalanya juga bisa muncul secara mendadak. Bila mendadak, disertai gejala sakit perut terus-menerus. Lalu, tidak lama kemudian disusul dengan perdarahan pervaginam. Walaupun perdarahan pervaginam dapat sedikit, tetapi perdarahan sebenarnya mungkin telah mencapai 1.000 ml. Ibu hamil yang mengalaminya mungkin telah syok. Demikian pula janinnya yang jika masih hidup mungkin telah berada dalam keadaan gawat. Dinding uterus teraba tegang terus-menerus dan nyeri sehingga bagian-bagian janin sukar untuk diraba. Jika janin masih hidup, bunyi jantung sukar didengar. Kelainan pembekuan darah dan ginjal mungkin telah terjadi, meskipun hal tersebut lebih sering terjadi pada solusio plasenta berat.

  • Solusio plasenta berat

Kondisi ini ditandai dengan plasenta telah terlepas lebih dari 2/3 permukaannnya. Solusio plasenta berat terjadi sangat tiba-tiba. Biasanya ibu telah jatuh dalam keadaan syok dan janinnya telah meninggal. Uterus sangat tegang, seperti papan dan sangat nyeri. Perdarahan pervaginam tampak tidak sesuai dengan keadaan syok sang ibu. Terkadang, perdarahan pervaginam mungkin saja belum sempat terjadi. Pada keadaan-keadaan di atas, besar kemungkinan telah terjadi kelainan pada pembekuan darah dan gangguan fungsi ginjal. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here