Pengertian Tentang Alergi Sperma

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Alergi adalah suatu respon negatif dari sistem kekebalan tubuh. Dan orang-orang yang memiliki riwayat alergi pasti memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu untuk bereaksi terhadap hal-hal yang berlawanan pada tubuhnya. Sering sekali kita mendengar kata alergi makanan, obat atau alat kosmetik pada kulit kita, akan tetapi alergi disini tentang alergi sperma. Alergi ini akan menimbul seseorang wanita sangat sulit untuk hamil. Sekitar 12% prempuan di seluruh dunia mungkin ada saja yang memiliki alergi terhdap sperma dan umumnya mereka mempunyai gejala yang bermacam-macam mulai dari iritasi kulit, gatal-gatal, sakit saat buang air kecil, eksim etopik bahkan syok anafilaktik. Tahukah anda tentang alergi sperma?

Alergi sperma atau biasa disebut dengan alergi semen (air mani) adalah suatu reaksi alergi yang langka terhadap protein yang terkandung dalam air mani laki-laki (glycoprotein) yang di produksi oleh prostat bukan hanya terhadap sel sperma aktif itu sendiri. Alergi langka ini sangat mempengaruhi seorang prempuan, terutama mereka yang baru saja berusia 20-30 tahun. Sebagai kelompok usia yang paling rentan tersebut kondisi ini memunculkan gejala sesegera yang di tangani dari mulai satu jam setelah ada paparan pertama dengan air mani laki-laki.

Beberapa gejala umumnya seperti kulit memerah, terdapat pembengkakan, nyeri sampai gatal dan mempunyai rasa panas didaerah vagina. Reaksi ini tidak hanya terbatas pada area sekitar genetalia saja melainkan dapat mengalami gejala yang timbul pada area kulit lainnya yang terkena paparan air mani tersebut termasuk kulit luar dan mulut.

Selain alergi membuat wanita tersebut sulit hamil, beberapa gejala reaksi tersebut bisa dialami wanita pertama kali tetapi banyak wanita yang tidak menyadarinya dan belum mengetahui jika mereka terkena alergi sperma.

Gejala yang dialami prempuan tersebut dapat dirasakan dalam beberapa jam atau sampai beberapa hari dan dapat mengancam nyawanya. Pada beberapa gejala ini dapat timbul hanya terlokasasi (tidak menyebar). Tetapi untuk sebagian prempuan lainnya gejala ini dapat di rasakan oleh seluruh tubuh.

Alergi sperma ini di temukan pertama kali saat seorang pasangan melakukan hubungan seksual, tetapi kadang dapat terjadi setelah perempuan tersebut memiliki patner seksual yang lainnya maka mulai dapat di ketahui perbedaanya. Reaksi ini dapat timbul secara tiba-tiba tanpa indikasi. Alergi ini memang tidak spesifik untuk pasangan seksual tertentu perempuan hanya memiliki air mani terhadap pasangannya dan tidak akan mengalami hal yang sama dengan air mani laki-laki lainnya.

Jika anda ingin menghindari hal ini dengan berganti pasangan belum tentu anda terbebas dari alergi sperma ini. Karena kondisi ini sering didiagnosis sebagai alergi kulit biasa, vaginitis (peradangan pada vagina), infesi jamur atau penyakit kelmin yang dapat menular sampai dengan herpes. Salah satu petunjuk yang dapat memberikan perbedaan dalam hasil diagnosis ini yaitu anda dengan menggunakan kondom. Reaksi alergi hanya akan muncul saat melakukan hubungan seks tanpa perlindungan kondom.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here