Pentingnya Kalsium Pada Ibu dan Janin

SehatFresh.com – Nutrisi di masa kehamilan merupakan faktor penentu kesehatan janin. Selama ini, mungkin folat merupakan nutrisi kehamilan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Padahal, banyak nutrisi lain juga yang sama pentingnya di masa kehamilan, salah satunya kalsium. Kalsium tidak hanya penting bagi pertumbuhan tulang dan gigi di masa kanak-kanak, tapi juga penting sejak janin ada dalam kandungan. Kurangnya asupan kalsium bisa berdampak buruk pada kesehatan tulang ibu dan janin.

Kalsium merupakan salah satu unsur penting yang harus ada dalam pola makan ibu selama masa kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Di masa kehamilan, kalsium berperan penting dalam pertumbuhan tulang janin. Jika ibu kekurangan asupan kalsium, janin akan mengambil kalsium dari tulang ibunya, hal ini membuat ibu rawan terkena osteoporosis.

Osteoporosis memiliki hubungan yang erat pada kehamilan dikarenakan adanya kebutuhan kalsium yang lebih besar dari biasanya pada wanita hamil. Pada trimester kedua dan ketiga, kalsium dalam tubuh akan diserap dalam jumlah banyak dalam proses pembentukan kerangka tubuh bayi. Selain itu, kalsium juga banyak dikeluarkan tubuh pada proses pembuangan urin yang frekuensinya meningkat saat hamil.

Selain karena pengaruh kehamilan, ibu hamil juga lebih rentan alami sakit gigi akibat kurangnya asupan kalsium. Kekurangan asupan kalsium menyebabkan bayi harus mengambil kalsium yang ada dalam tulang dan gigi ibunya. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, cadangan kalsium dalam tulang dan gigi ibu menjadi berkurang. Hal ini membuat ibu menjadi lebih rentan sakit gigi dan mengalami osteoporosis lebih cepat di masa yang akan datang.

Kurangnya kalsium saat hamil tidak hanya berdampak buruk bagi ibu hamil, tetapi juga berimbas pada janin yang dikandungnya. Janin menjadi lebih berisiko mengalami gangguan pertumbuhan sehingga ada kemungkinan bayi terlahir dengan kondisi bentuk tulang yang mudah rapuh atau tidak kuat. Kekurangan kalsium saat hamil bisa juga menyebabkan lambatnya perkembangan bayi seperti kemampuan duduk dan merangkak. Jika pada umumnya bayi normal bisa berdiri pada usia 6 bulan, bayi yang mengalami kekurangan asupan kalsium selama dalam rahim mungkin baru akan bisa berdiri pada usia 12 bulan lebih.

Ibu hamil membutuhkan lebih banyak asupan kalsium daripada orang lain pada umumnya. Kalsium yang dibutuhkan ibu hamil mencapai 1500 mg/hari. Kalsium dapat diperoleh dari makanan seperti sayuran hijau, biji-bijian dan kacang-kacangan, daging, telur, susu dan produk susu. Selain dari makanan, kalsium dapat diperoleh dari penyerapan vitamin D dari sinar matahari pagi serta dari suplemen tambahan.

Pada dasarnya, pemenuhan kebutuhan akan kalsium pada masa kehamilan cukup melalui makanan yang dikonsumsi. Suplemen tidak selalu diperlukan. Perlu diketahui bahwa sinar matahari berperan penting dalam proses penyerapan kalsium. Sinar matahari diketahui mampu merangsang kulit untuk memproduksi vitamin D3. Vitamin tersebut bermanfaat sebagai pembuka jalan bagi kalsium untuk masuk ke dalam aliran darah yang selanjutnya menyatu dalam tulang. Maka tidak heran jika ibu hamil disarankan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit antara pukul 07.00 ¬ 08.00. Hal tersebut membuat penyerapan kalsium menjadi lebih optimal.

Sumber gambar : pondokibu.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY