Penyakit yang Sering Dialami pada Masa Neonatus

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Neonatus merupakan bayi yang berumur 0-28 hari (1 bulan). Bayi baru lahir termasuk ke dalam masa neonatus. Pada masa neonatus tubuh bayi masih beradaptasi dengan lingkungan dan terus berkembang. Sistem kekebalan bayi baru lahir belum sempurna sehingga bayi baru lahir rentan terkena penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang sering dialami oleh bayi baru lahir, antara lain :

  1. Belekan

Belekan merupakan suatu kondisi mata dimana adanya kotoran yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan bayi kesulitan untuk membuka matanya. Tips mengatasinya yaitu dengan menggunakan kapas lembut dan air hangat dari arah dalam menuju luar.

  1. Masalah sistem pernapasan

Sistem pernapasan bayi belum berkembang secara sempurna hal ini menyebabkan bayi mengalami gangguan sistem pernapasan yang menyebabkan bayi susah untuk bernapas. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu infeksi, hidung tersumbat, dan lain-lain.

  1. Demam

Bayi memiliki suhu tubuh normal 36-37 derajat. Apabila bayi memiliki suhu tubuh 37,5 atau lebih maka bayi mengalami demam. Kondisi ini salah satu penyakit yang sering dialami oleh bayi baru lahir.

  1. Kolik

Kolik merupakan suatu kondisi yang sering dialami oleh bayi baru lahir dimana bayi menangis secara terus menerus di malam hari dan sulit untuk ditenangkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada bayi berusi 2 minggu – 4 bulan.

  1. Ruam

Ruam merupakan suatu gangguang yang paling umum dialami oleh bayi. Kondisi ini dapat terjadi diarena kemaluan, bokong dan pipi. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan dan perkembangan virum, bakteri dan jamur yang menempel pada kulit bayi. Untuk mencegah hal ini anda harus menjada kebersihan lingkungan dan kebersihan bayi serta orang disekitarnya.

  1. Sakit kuning atau jaundice

Sakit kuning atau jaundice merupakan suatu kondisi dimana kulit dan mata menjadi kuning. Penyakit ini dalam istilah medis disebut dengan penyakit ikterik yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam tubuh. Secara fisiologi kondisi hepar atau hati bayi belum sempurna sehingga dalam organ tersebut terjadi pemecahan hemoglobin yang meningkatkan kadar bilirubin. Ikteri yang normal terjadi di hari ke 2 dan menghilang di hari 10-14 hari. sedangkan ikteri yang abnormal terjadi pada 24 jam kelahiran dan menetap pada > 12 hari.

  1. Anemia

Ibu yang memiliki riwayat anemia akan beresiko melahirkan bayi dengan kondisi anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana rendahnya kadar hemoglobin.

  1. Kulit berwarna biru dan apnea

Bayi memiliki warna kulit normal berwarna kemerahan. Apabila bayi memiliki warna kulit biru atau keunguan menandakan bahwa bayi mengalami gangguan yang beresiko pada kondisi apnea dan hipotermi. Apnea merupakan suatu kondisi dimana terhentinya sistem pernapasan selama 15-20 detik. Sedangkan hipotermi merupakan kondisi dimana suhu bayi <35 derajat.

  1. Gumoh

Gumoh merupakan suatu kondisi yang dialami bayi setelah selesai ASI. Hal ini merupakan suatu kondisi yang normal karena bayi mengalami rasa kenyang sehingga selesai ASI bayi disarankan untuk di tepuk-tepuk dibagian punggung. Yang perlu dikhawatirkan apabila bayi mengalami gumoh berwarna kuning atau kehijauan. (KMY)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here