Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berat badan bayi merupakan salah satu yang menjadi tolak ukur kesehatan bayi. Jika berat badan bayi dibawah angka seharusnya seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Anda akan mencurigai hal ini sebagai tanda bahwa anak anda tidak berkembang dengan baik.

Ada kemungkinan dikarenakan oleh anak yang susah makan atau tubuhnya sulit menyerap dan memproses nutrisi yang didapat dari makanan. Saat bayi berusia 0-6 bulan, penambahan berat badan umumnya terjadi sangat pesat. Kemudian ketika memasuki usia 6 bulan, banyak bayi yang mengalami kenaikan berat badan hanya sedikit atau bahkan tidak meningkat.

Untuk melihat jelas kenaikan berat badan bayi, anda harus mengetahui berat badan bayi saat lahir. Selanjutnya dilihat juga kecenderungan kenaikan berat badan bayi setiap bulannya. Selama berat badan bayi tidak mengalami penurunan yang signifikan atau turun secara drastis dan tidak berada di zona merah maka bayi dianggap sehat. Beberapa penyebab berat badan bayi susah naik :

  1. Bayi memiliki refleks menyedot yang lemah

Masalah ini sering tidak disadari oleh ibu menyusui. Jika bayi memiliki refleks menyedot lemah maka ASI yang yang dihisap tidak secara optimal.

  1. Bayi lebih aktif

Bayi yang berusia diatas 6 bulan biasanya lebih aktif sehingga energi yang dibutuhkan tidak sedikit. Bayi sudah mulai belajar duduk dan merangkak sehingga bila asupan makan bayi hanya sedikit, maka energi yang ia peroleh dari makanan lebih banyak digunakan untuk beraktivitas dari pada untuk tumbuh kembang.

Bayi usia 6 bulan menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) memerlukan energi 175 kilo kalori lebih banyak bila dibandingkan dengan bayi dibawah 6 bulan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan kalorinya bayi perlu mendapatkan makanan pendamping ASI atau makanan padat yang lebih tinggi kandungan kalorinya.

  1. Tumbuh ke atas

Tumbuh kembang bayi tidak melulu bertambah berat badannya. Bayi juga mulai mengalami pertumbuhan pada panjang badan dan lingkar kepalanya (yang menandakan adanya pertumbuhan otak). Dalam waktu tertentu, pertumbuhan memang lebih mengarah pada penambahan panjang badan bukan hanya berat badan. Sehingga ketika berat badan bayi hanya bertambah sedikit namun kemungkinan panjang badannya bertambah banyak.

  1. Makan dalam jumlah sedikit

Ketika usia bayi telah memasuki tahap perkembangan untuk mulai mengonsumsi makanan selain ASI (MPASI), bayi akan belajar mengenal makanan mulai dari tekstur hingga rasa yang terdapat pada makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI memang salah satu fase belajar makan yang penuh tantangan.

Beberapa bulan setelah bayi mulai makan pasti pernah menolak MPASI yang telah disediakan. Inilah sebabnya, mengenalkan makanan padat secara bertahap dan memberikan variasi pada makanan sebagai salah satu kunci keberhasilan pemberian MPASI.

  1. Gastroesophangeal reflux (GER)

GER ini merupakan salah satu gangguan otot diantara saluran esofagus (menghubungkan kerongkongan dan lambung) dan perut yang masih longgar. Akibatnya anak akan sering mengalami muntah, baik saat minum ASI maupun saat makan pure. Jika kondisi anak tidak kunjung membaik sebaiknya segera berkonsulasi kepada dokter.

  1. Gangguan pada mulut bayi

Adanya gangguan pada mulut bayi seperti bibir pecah-pecah pada bayi atau langit-langit mulut akan mengganggu proses menyusui.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here