Penyebab, Faktor Risiko dan Diagnosis Pubertas Dini

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pubertas dini (prekoks) adalah keadaan dimana masa pubertas anak terjadi lebih awal pada umumnya, sekitar usia 9-14 tahun pada anak perempuan dan usia 10-17 tahun pada anak laki-laki. Pubertas juga mencakup pertumbuhan tulang dan otot, perubahan bentuk dan ukuran tubuh, dan perkembangan kemampuan tubuh untuk mereproduksi.

Apa penyebab pubertas dini?

Pubertas dini (prekoks) sendiri memiliki 2 jenis yaitu pubertas prekoks sentral dan pubertas prekoks perifer.

Pubertas prekoks sentral, merupakan jenis pubertas dini yang umum terjadi dan mulai lebih awal dari seharusnya, namun pola dan waktu dari langkah-langkah dalam proses yang terjadi adalah normal. Penyebab dari pubertas prekoks sentral antara lain:

  • Cedera pada otak atau sumsum tulang belakang
  • Masalah struktural pada otak (seperti tumor)
  • Sindrom McCune-Albright (kelainan hormonal langka yang memengaruhi pertumbuhan tulang dan warna kulit)
  • Kondisi cacat saat lahir
  • Hipotiroidisme yaitu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon yang cukup

Pubertas prekoks perifer merupakan jenis pubertas prekoks yang kurang umum, terjadi tanpa keterlibatan hormon dalam otak yang biasanya menjadi pemicu awal pubertas. Penyebab dari pubertas prekoks perifer antara lain:

  • Adanya tumor pada sel dari organ penghasil sperma atau hormon testosterone pada laki-laki.
  • Kista dan tumor pada ovarium anak perempuan
  • Mutasi gen yang disebabkan oleh cacat pada gen, dapat menghasilkan produksi testosterone yang lebih awal pada laki-laki, biasanya antara usia 1 dan 4 tahun.

Apa saja faktor risiko pubertas dini?

Ada beberapa faktor risiko pubertas dini meliputi:

  • Anak  perempuan.
  • Terpapar hormon seksual (kosmetik ataupun makanan).
  • Kerusakan atau infeksi yang disebabkan oleh operasi atau terapi dengan radiasi.
  • Menjadi gemuk. Jika anak kelebihan berat badan, ia memiliki risiko lebih tinggi terkena pubertas prekoks.
  • Keturunan Afrika-Amerika. Pubertas prekoks lebih mempengaruhi anak Afrika-Amerika daripada anak-anak dari ras lain.
  • Sedang mengidap suatu penyakit genetik ataupun gangguan metabolik.

Bagaimana mendiagnosis pubertas dini?

Bawa anak ke dokter yang mengalami gejala pubertas dini untuk mengetahui kondisi yang terjadi. Mendiagnosa pubertas dini, anak akan dilakukan beberapa tes, yaitu:

  • Pendalaman riwayat medis keluarga untuk mencari penyebab terjadinya pubertas dini.
  • Pemeriksaan fisik yang bertujuan untuk mengevaluasi setiap perubahan dalam tubuh.
  • Tes darah untuk mengetahui hormon dan level tiroid anak.
  • X-ray dari pergelangan tangan dan tangan keseluruhan  akan menunjukkan apakah perkembangan struktur tulang tumbuh terlalu pesat.
  • Tes ultrasound dilakukan dalam rangka memastikan tidak ada gangguan medis lain yang menyebabkan gejala pubertas dini.
  • MRI dari otak. Dilakukan untuk menyingkirkan masalah medis yang dapat menyebabkan pubertas prekoks sentral, seperti tumor. MRI tidak rutin bagi sebagian besar anak-anak. Mereka digunakan bila penyebab lebih mungkin, seperti pada anak di bawah 6 atau anak-anak dengan gejala lainnya. (KKM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here