Penyebab Mata Juling pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Mata juling merupakan istilah dari strabismus. Sebuah kondisi dimana mata tidak dapat melihat ke arah yang sama atau bergerak ke arah yang sama. Sekilas mata akan tampak melihat pada arah lain, ketika mata yang satu sedang fokus melihat ke arah tertentu.

Ada beberapa penyebab mata juling yang diderita oleh bayi sebagai berikut:

  • Mata juling biasa terjadi pada bayi dengan penyebab yang tidak dapat dideteksi. Sebab bisa jadi juga persoalan genetik atau cacat bawaan dari lahir.
  • Mata juling merupakan kondisi mata yang sedang malas atau sedang lelah. Bayi bisa jadi sedang melihat ke arah tertentu, padahal sama sekali tidak sedang melihat ke arah fokus.
  • Mata juling bisa terjadi pada bayi karena penyebab sindrom down. Sindrom down merupakan istilah kelainan pada bayi dimana seorang bayi mengalami hidrocefalus. Kondisi ini terjadi ketika anak dilahirkan dengan kelainan sistem syaraf.
  • Mata juling juga beresiko terjadi pada bayi yang terlahir dalam usia prematur.
  • Mata juling pada bayi sangat dimungkinkan apabila bayi mengalami cedera karena terjatuh.
  • Mata juling bisa terjadi karena hingga usia enam bulan bayi tidak berkembang secara sempurna. Ternyata perkembangan sudah tidak wajar sejak dalam kandungan.
  • Mata juling bisa terjadi pada bayi dengan kondisi penyakit mata seperti tumor mata atau retinoblastoma.
  • Mata juling bisa terjadi dalam kondisi amblypobia atau kondisi dimana mata memiliki kelainan seperti malas untuk melihat ke arah yang fokus.

Pendeteksian mata juling bisa dilakukan sejak lahir dan segera diambil langkah pemeriksaan kepada dokter. Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya anaknya mengalami tanda-tanda mata juling.

Bayi yang mengalami mata juling secara ringan masih bisa diobati apabila orangtua sudah menyadarinya sesegera mungkin dan bayi masih dalam kondisi usia 2 sampai 4 bulan. Perawatan sangat perlu dilakukan agar tidak terjadi mata juling secara permanen sampai anak mulai tumbuh.

Bayi yang mengalami mata juling akan diberikan perawatan khusus dari ahli orthopist. Gejala mata juling juga bisa terjadi ketika mata bayi sudah tidak bergerak dalam waktu bersamaan. Hal ini bisa diuji dengan cara memanggil nama bayi atau mengajak bayi becanda, bagaimana dengan reaksi bayinya.

Sebenarnya sejak dini orangtua dapat melihat apakah bayinya cenderung juling atau tidak dengan melihat gerakan reflek yang terjadi pada mata seringkali tidak bersamaan. Bayi yang mengalami mata juling akan lebih sering menyipitkan salah satu bagian mata. Jika mengalami hal-hal tersebut sebaiknya langsung dikonsultasikan pada dokter.

Demikian informasi mengenai penyebab mata juling pada bayi yang perlu diwaspadai. Semoga bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here