Penyebab Penyakit Balanitis

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Banyak masalah yang dapat menyerang penis, salah satunya balanitis. Balanitis adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peradangan pada kepala penis. Kulup (lipatan longgar kulit yang menutupi kepala penis) juga sering terkena dampaknya. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, pria yang tidak disunat menjadi lebih rentan memiliki masalah penis ini. Tanda-tanda umum dari balanitis adalah pembengkakan dan kemerahan di kepala penis atau kulup. Selain pembengkakan dan kemerahan, gejala lain yang mungkin menyertainya meliputi penyempitan kulup, gatal pada penis, dan nyeri buang air kecil. Lalu, hal apa saja yang menyebabkan balanitis?

Kurang menjaga kebersihan penis

Penyebab utama balanitis adalah kebersihan organ intim yang kurang terjaga. Hal ini dapat menyebabkan bakteri berbahaya tumbuh tak terkendali di organ intim, sehingga meningkatkan risiko infeksi. Kulup penis adalah tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak, terutama bila ada penumpukan smegma (sekresi alami sel kulit dan minyak yang berkumpul di bawah kulup).

Phimosis

Pada anak laki-laki dan pria dewasa yang tidak disunat, dapat terjadi penyempitan atau perlengkatan kulup sehingga tidak dapat ditarik kembali ke atas kepala penis. Kondisi ini disebut phimosis. Ketika Anda mengalami ini, keringat, sisa urin dan zat lainnya dapat menumpuk di bawah kulup (smegma). Hal ini dapat memicu iritasi dan memungkinkan kuman untuk berkembang biak, yang pada gilirannya dapat terjadi peradangan atau infeksi yang mengarah ke balanitis.

Penyakit kulit

Balanitis dapat menjadi gejala dari penyakit kulit berikut ini:

  • Lichen planus, yaitu salah satu penyakit kulit yang berhubungan dengan gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini ditandai dengan ruam gatal umumnya pada mulut. Tetapi, ruam dapat menyebar ke seluruh tubuh, tidak terkecuali penis.
  • Dermatitis, yaitu peradangan pada kulit yang umumnya disebabkan oleh kontak langsung dengan iritan atau zat pemicu alergi, dan terkait juga dengan faktor genetik.
  • Psoriasis, yaitu penyakit kulit yang mengubah siklus hidup sel-sel kulit, di mana sel-sel kulit diproduksi terlalu cepat.

Iritasi pada penis

Peradangan balanitis dapat berawal dari penis yang teritasi. Iritasi pada kulit penis dapat disebabkan oleh deterjen, pelembut kain, sabun yang mengandung pewangi, shower gel, serta bahan kimia yang ada di kondom, pelumas dan spermisida.

Luka pada penis

Luka penis karena resleting, luka karena menarik kulup secara paksa dengan maksud mengoreksi phimosis, ataupun luka penis yang disengaja maupun tidak disengaja lainnya, juga dapat menyebabkan balanitis.

Diabetes

Pria dengan diabetes lebih rentan terhadap infeksi di berbagai bagian tubuh, terutama jika gula darahnya tidak terkontrol dengan baik. Gula darah yang tinggi membuat kadar gula dalam urin menjadi tinggi. Ketika buang air kecil, sisa urin dapat menempel di penis. Gula yang menempel ini menyediakan tempat ideal bagi jamur untuk berkembang biak lebih cepat. Bila terjadi infeksi pada penis, seperti balanitis, pemulihan infeksi pada penderita diabetes akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Seks tanpa pengaman

Dalam beberapa kasus, balanitis dapat menjadi tanda infeksi terkait aktivitas seksual. Jika seorang pria berhubungan seks tanpa kondom dengan wanita yang memiliki infeksi jamur vagina, ia dapat terinfeksi dan ini meningkatkan risiko mengembangkan balanitis. Yang lebih serius, balanitis dapat menjadi tanda dan gejala beberapa penyakit menular seksual, seperti herpes genital, klamidia dan sifilis. Selain penis yang meradang, balanitis terkait penyakit menular seksual seringkali ditandai dengan keluarnya cairan tidak biasa dari penis.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY