Perhatikan Cara Menangani Ablasio Retina

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah Anda mendengar penyakit ablasio retina? Kondisi dimana lapisan sensoris retina terlepas dari lapisan epitel pigmen retina. Ada baiknya kita mewaspadai gejala penyakit ini dan memperhatikan bagaimana cara penanganannya ya.

Diantara kedua lapisan ini terdapat sebuah cairan yang disebut dengan subretina. Jika keduanya terpisah, maka retina tidak akan berfungsi secara permanen. Proses pemisahan lapisan sensoris retina ini diakibatkan adanya dorongan dari cairan subretina sehingga timbul sebuah kondisi yang diberi nama ablasio retina atau retina yang robek.

Gejala Ablasio Retina

  • Bagi penderita penyakit ablasio retina umumnya akan mengalami perubahan penglihatan yang mulai terganggu, ada bayang-bayang hitam seperti kotoran.
  • Penderita akan melihat sebuah kilatan-kilatan berupa bintik-bintik hitam yang mengapung, ini pertanda bahwa retina robek.
  • Semakin berkembang penyakit ini maka akan semakin dirasakan adanya penglihatan yang mulai kabur dan abnormal.
  • Seringkali penglihatan Anda akan tertutup tirai, bahkan perlahan menjadi gelap gulita.
  • Mata mengalami gatal-gatal dan mulai bengkak.
  • Mata tiba-tiba memerah.

Ada tiga jenis ablasio retina yang harus Anda ketahui yaitu:

  • Ablasio retina traksional yang artinya adanya tarikan dan dorongan pada retina.
  • Ablasio retina regmatogen yang artinya adanya sebuah lubang atau robekan retina.
  • Ablasio retina eksudatif yang artinya adanya komplikasi tumor, peradangan, dan hipertensi. Jenis ini juga dapat disebabkan oleh adanya cidera.

Apa Penyebabnya?

  • Keturunan atau riwayat keluarga yang menderita ablasio retina.
  • Riwayat pernah atau tidaknya melakukan operasi intraocular.
  • Jika terjadi pada bayi, bisa terjadi karena lahirnya premature.
  • Adanya degenerasi retina.
  • Terjadinya miopi.
  • Trauma akibat benturan atau kecelakaan.
  • Proses penuaan.
  • Adanya penyakit diabetes parah.

Tips Pencegahan

  • Jika Anda menulis dan membaca disarankan pada ruangan yang cahayanya cukup.
  • Mengkonsumsi vitamin A
  • Pakai pelindung mata seperti kacamata redup.
  • Jaga kandungan gula yang masuk dalam tubuh.
  • Rajin ke dokter mata paling tidak 2 kali selama setahun.

Bagaimana Penanganannya?

Apabila Anda mengalami gejala ablasio retina. Penanganan pertama ialah dengan segera di bawa ke dokter spesialis mata. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani ablasio retina ialah sebagai berikut:

  1. Bedah scleral bucling atau penempelan kembali retina dengan cara pembuatan lekukan pada sclera.
  2. Bedah laser untuk menutup retina yang robek.
  3. Retinopeksi pneumatik atau menyuntikkan gelembung gas ke vitreous.
  4. Kriopeksi yaitu teknik pembekuan dinding belakang mata yang ada di belakang robekan retina agar membentuk jaringan parut yang melekatkan retina pada jaringan di bawahnya.
  5. Vitrektomi atau bedah cairan subretina dihapus dari posterior, kemudian diganti dengan minyak silicon untuk mendorong retina yang sudah terpisah perlahan dapat melekat kembali.

Demikian informasi mengenai penanganan terhadap ablasio retina. Semoga informasi di atas dapat membantu Pembaca dalam menjaga kesehatan mata Anda. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here