Perilaku Berisiko Pada Remaja

SehatFresh.com – Masa kecil merupakan masa yang dipenuhi petualangan dan rasa serba ingin tahu. Para ahli menyarankan agar orang tua mengawasi anak mereka untuk menghindari cedera di kepala. Hal itu dikarenakan, trauma di kepala pada anak akan membuat anak-anak lebih mungkin untuk terlibat dalam berbagai perilaku berisiko di kemudian hari.

Baik itu anak laki-laki atau anak perempuna, mereka menjadi lebih mungkin untuk merokok, menggunakan obat-obatan, minum alkohol dan mendapatkan nilai buruk setelah mereka mengalami benturan atau pukulan kepala yang membuat mereka pingsan selama lebih dari lima menit atau membuat mereka harus dibawa ke rumah sakit selama satu hari atau lebih, menurut sebuah penelitian oleh sejumlah ahli di Kanada.

Para peneliti Kanada menggunakan data yang telah dikumpulkan untuk “Ontario Student Drug Use and Health Survey” pada tahun 2011, yang dikembangkan oleh “Center for Addiction and Mental Health” di Toronto. Survei tersebut merupakan salah satu survei pendidikan terpanjang di dunia, berisi tanggapan dari lebih dari 9.000 siswa antara kelas tujuh dan 12 di sekolah umum di Ontario.

Hasil temuan menunjukkan bahwa anak perempuan dan anak laki-laki tampaknya bereaksi secara berbeda terhadap cedera otak. Anak laki-laki tiga setengah kali lebih mungkin untuk memiliki nilai yang buruk, tiga kali lebih mungkin membutuhkan perawatan medis karena luka fisik dan dua kali lebih mungkin untuk menggunakan ganja, dibandingkan dengan anak laki-laki lain yang tidak mengalami cedera otak. Sementara itu, anak perempuan hampir empat kali lebih mungkin untuk memiliki nilai buruk dan tiga kali lebih mungkin untuk merokok, dibandingkan dengan anak perempuan tanpa cedera otak.

Remaja perempuan lebih mungkin untuk terlibat perilaku berisiko yang lebih luas dibandingkan laki-laki. Sebagai contoh, mereka lebih mungkin untuk merokok, berpikir tentang bunuh diri atau menderita kecemasan atau depresi setelah cedera. Risiko tersebut tidak tampak pada anak laki-laki yang memiliki cedera otak.

Para peneliti menemukan bahwa risiko untuk beberapa perilaku menjadi semakin buruk seiring bertambahnya usia. Misalnya, anak laki-laki dengan cedera otak traumatis dua kali lebih mungkin untuk merokok setiap hari saat mereka memasuki tahun remaja akhir. Jumlah anak perempuan menggunakan alkohol meningkat 20 persen saat mereka meninggalkan pertengahan masa remaja, dan mencapai 89 persen antara usia 17 dan 20.

Dr Sam Gandy, seorang profesor neurologi dan psikiatri dari Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City, menambahkan bahwa salah satu bagian dari otak sangat rentan terhadap cedera. Lobus frontal sangat rentan terhadap kerusakan di trauma kepala. Area otak ini merupakan wilayah otak yang memberi pengaruh “penghambatan” sehingga kita bisa menjaga sopan santun. Kerusakan lobus frontal dapat menyebabkan perilaku seksual yang tidak pantas, perubahan suasana hati, dan kekerasan termasuk bunuh diri atau pembunuhan.

Para ahli menyarankan agar orang tua berkonsultasi dengan professional medis jika anak mereka telah mengalami cedera kepala traumatis. Ini sangat penting untuk belajar bagaimana memantau kondisi mereka dan menanggapi kesulitan yang melibatkan pemecahan masalah, memori atau emosi.

Sumber gambar :

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY