Perubahan Hormon saat Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Perubahan yang dialami selama kehamilan salah satunya adalah perubahan hormon. Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Pada saat hamil, produksi hormon menjadi lebih banyak. Setiap hormon berguna untuk mengatur pertumbuhan janin selama kehamilan. Hormon-hormon kehamilan terbentuk secara alami di dalam tubuh dan berkembang seiring dengan perkembangan kehamilan.

Secara umum, hormon kehamilan bermanfaat mendukung kehamilan yang berlangsung agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Untuk itu, alangkah baiknya bila para ibu hamil mengetahui hormon yang diproduksi selama kehamilan berikut fungsi dan efek yang dihasilkan. Adapun beberapa jenis hormon yang berperan dalam kehamilan diantaranya:

  • Human Chorionic Gonadothropin (hCG)

Human Chorionic Gonadothropin (hCG) terbentuk pada awal masa kehamilan sebelum plasenta terbentuk dalam rahim. Hormon ini berfungsi untuk mempertahankan janin agar dapat terus menempel pada rahim ibu dan meningkatkan kadar progesteron.. Ketika usia kehamilan ibu mencapai usia 14-16 minggu, plasenta telah terbentuk dan menggantikan fungsi HCG bersama dengan hormon progesteron. Kurangnya kadar hormon HCG dapat menyebabkan terjadinya flek-flek atau yang terparah adalah dapat menyebabkan keguguran.

  • Estrogen

Hormon estrogen tidak hanya berperan dalam meningkatkan gairah seksual, tapi juga merangsang perkembangan rahim, meningkatkan dan melancarkan aliran darah dari uterus ke plasenta, serta mempersiapkan payudara ibu untuk memproduksi ASI. Puncaknya sekresi hormon estrogen adalah tepat sebelum persalinan, dan mengalami penurunan setelahnya.

  • Progesteron

Progesteron adalah hormon yang berfungsi sebagai penguat kehamilan. Progesteron berperan dalam mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima telur yang sudah dibuahi, merangsang perkembangan jaringan tubuh serta menimbulkan rasa tenang. Hormon ini menjadikan otot-otot pada rahim menjadi lemas agar tidak terjadi kontraksi. Selain otot rahim, progesteron juga melemaskan otot lain, termasuk otot dalam organ pencernaan. Reaksi dari meningkatnya hormon ini adalah dengan munculnya rasa mual, muntah dan susah buang air besar. Meski begitu, hormon progesteron juga dapat memberikan efek rasa tenang terutama setelah memasuki masa trimester kedua. Kekurangan hormon progesteron dapat mengakibatkan ketuban pecah terlalu dini dan persalinan prematur.

  • Prostaglandin

Progesteron berperan dalam mempersiapkan lapisan rahim untuk menerima telur yang sudah dibuahi, merangsang perkembangan jaringan tubuh serta menimbulkan rasa tenang. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan bayi lahir terlambat (overdue).

  • Relaxin

Relaxin diproduksi oleh plasenta. Hormon ini berfungsi melunakkan leher rahim dan merelaksasi pada jaringan ikat dan mengendurkan sendi-sendi panggul untuk mempermudah persalinan.

  • Oksitosin

Hormon oksitosin memberikan efek rasa senang dan bahagia untuk menambah ikatan antara ibu dan bayi. Kekurangan hormon ini dapat menyebabkan kehamilan lewat waktu, dimana akhirnya medis akan memberikan suntikan induksi untuk mempermudah persalinan.

  • Melanocyte Stimulating Hormone (MSH)

Hormon MSH merangsang terjadinya pigmentasi pada kulit. Hormon inilah yang menggelapkan warna puting susu serta daerah sekitarnya serta pigmentasi kecoklatan di wajah, di bagian dalam serta garis dari pusar ke bawah.

Keseimbangan hormon sangat penting agar janin tetap sehat, selain agar kehamilan dan persalinan berlangsung lancar. Oleh karena itu, pemeriksaan hormon penting dilakukan. Pemeriksaan bisa dilakukan sebelum hamil dengan melakukan pemeriksaan darah. Jika sudah terlanjur hamil, pemeriksaan paling lambat dilakukan di usia kehamilan 7 minggu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan hormon. Jika kadar hormon tidak seimbang, kondisi bisa diperbaiki dengan pemberian obat atau suplemen makanan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here