Perubahan Hormon Saat Pubertas

SehatFresh.com – Pubertas adalah periode waktu ketika anak-anak mulai matang secara biologis, psikologis, sosial dan kognitif. Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar (pada anak perempuan). Untuk seorang anak perempuan, tanda-tanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Selama pubertas, tubuh akan tumbuh dan berkembang lebih cepat.

Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Hormon ini merupakan zat kimia yang dilepaskan otak ketika mencapai usia tertentu. Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan.

Hormon adalah bahan kimia tubuh yang mempengaruhi metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan stres-reaksi tubuh. Awal pubertas dipicu oleh otak yang melepaskan hormon yang mengalir melalui tubuh anak laki-laki dan perempuan. Pubertas dimulai ketika hipotalamus, yang merupakan bagian otak, melepaskan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone). Hormon pelepas gonadotropin ini (GnRH ) akan memberikan sinyal pada kelenjar pituitari untuk melepaskan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) untuk memulai perkembangan seksual, baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Hormon-hormon tersebut memulai proses yang mengubah anak laki-laki dan perempuan menjadi remaja dan kematangan seksual, dengan semua perubahan fisik, emosional dan tantangan yang mewakili pubertas.

Hormon LH dan FSH bertanggung jawab untuk produksi testosteron pada laki-laki. Testosteron adalah hormon seks laki-laki diproduksi di testis. Kadar testosteron pada laki-laki meningkat selama pubertas, dan tingginya kadar hormon ini bertanggung jawab untuk perubahan fisik laki-laki seperti rambut wajah, rambut kemaluan dan pengembangan otot. Testosteron merangsang produksi sperma serta bertanggung jawab untuk perubahan suara pada laki-laki.

Kedua hormon yang dilepaskan oleh otak bekerja secara berbeda pada anak perempuan. Hormone-hormon tersebut mengisyaratkan ovarium untuk memproduksi hormon seks perempuan, yaitu estrogen dan progesteron. Hormon wanita bertanggung jawab untuk perkembangan payudara pada anak perempuan dan bentuk bentuk tubuhnya. Selama siklus menstruasi, kadar estrogen meningkat selama 14 hari, kemudian tingkat progesteron meningkat selama 14 hari. Ketika tingkat progesteron turun, menstruasi dimulai. Percepatan pertumbuhan pada masa pubertas pada anak laki-laki dan perempuan disebabkan oleh peningkatan sekresi hormon pertumbuhan selama masa pubertas.

Setiap anak memiliki perbedaan mengenai perubahan pubertas. Ada anak yang cepat sekali mengalami masa pubertas dibanding dengan anak seumurannya dan ada juga anak yang sangat lambat mengalami masa pubertas dibanding anak pada umumnya. Pada masa ini, peran orang tua atau orang dewasa sangatlah penting karena seorang anak akan mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan. Peran orang dewasa dapat membantu atau membimbing agar remaja tidak mencoba hal-hal baru diluar batasan nilai dan norma.

Sumber gambar : blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here