Plus-Minus Membaca Artikel Cerita Dewasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Seiring perkembangan teknologi, berbagai macam informasi bisa dengan mudah menerpa seseorang. Tak terkecuali konten informasi yang membahas seksualitas khusus dewasa. Informasi jenis ini bak dua sisi uang logam, bisa memberi dampak positif dan negatif bagi penikmatnya.

Konten informasi khusus dewasa tidak melulu berupa gambar atau foto. Artikel juga bisa dikategorikan konten dewasa. Terkadang, artikel tersebut tidak hanya bersifat faktual, namun juga merupakan hasil imajinasi penulisnya. Tak sedikit pula artikel tentang cerita dewasa menggambarkan dengan detil suatu hubungan intim.

Nah, berikut adalah plus-minus membaca artikel cerita dewasa:

Plus

  • Tak dipungkiri, sebagian artikel dewasa juga bersifat informatif. Berbagai informasi ini dapat menambah wawasan bagi pembacanya. Tentu, dalam konteks ini informasi tersebut adalah faktual, bukan fiktif.
  • Orang yang membaca cerita dewasa mungkin akan mendapat hiburan tersendiri. Sebagian penulis menuliskan kisah secara deskriptif dan detil. Membaca cerita dewasa seolah melepas penat dan membuat pembacanya lupa dengan segala permasalahan hidup.
  • Pada artikel dewasa yang tak terlalu mengumbar pornografi, pembaca dapat memperoleh latihan kekuatan bagi memori. Pada dasarnya, membaca memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak dibandingkan menonton TV atau mendengarkan radio. Membaca dapat berpengaruh terhadap bagian otak untuk mengembangkan fungsi-fungsi lain, seperti kemampuan imajinasi, bahasa, dan pembelajaran asosiatif. Semua terhubung dalam sirkuit saraf tertentu untuk membaca.

Minus

  • Kisah-kisah dalam cerita dewasa, sebagian besar fiksi belaka. Bila ada yang dibuat berdasarkan kisah nyata, beberapa bagian didramatisir sedemikian rupa, seperti adegan, postur tubuh, dan ukuran organ intim para tokohnya. Sayangnya, tak sedikit pembacanya yang menganggap konten dewasa adalah real sehingga mengaburkan pandangannya dengan realitas.
  • Orang yang membaca cerita bisa saja terpancing gairahnya dan membuat orang tersebut berkeinginan untuk melakukan hubungan seks. Bila tak terkendali, maka pembaca tersebut bisa melakukan pemerkosaan, perzinahan maupun perselingkuhan.
  • Seseorang yang sudah terkontaminasi dengan cerita seks terkadang lebih suka menyendiri dan mengkhayalkan apa yang sudah dibacanya.
  • Anak-anak atau remaja relatif mudah membayangkan atau meniru apa yang disajikan dalam cerita dewasa. Hal ini bisa terbawa ke perilaku sehari-harinya, misalnya berpikiran atau berkata kotor.
  • Kisah-kisah dalam situs cerita dewasa dapat menjadi candu. Candu ini bisa berupa keinginan untuk membuka, membaca, meniru, atau minimal membayangkan adegan dalam cerita dewasa sambil melakukan kegiatan pornoaksi. Jika hal itu yang terjadi, sebagian besar waktu si pembaca akan terbuang percuma dan konsentrasinya untuk hal lain yang jauh bermakna dapat terganggu. Pikiran pembaca tersebut akan mudah teralihkan, terus menerus memikirkan serta membayangkan adegan pornoaksi seperti yang dikisahkan dalam situs cerita dewasa.
  • Merebaknya cerita dewasa turut mendorong gaya hidup pergaulan bebas, seperti seks sebelum nikah. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here